Jokowi menambahkan, bahwa yang muncul berbagai dari elemen bangsa berasal Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote yang sejatinya perlu dikedepankan kepentingan bersama dan dikontribusikan untuk kemanfaatan bersama.
"Karena itu, saya mengajak umat Islam untuk menjadikan peringatan Nuzulul Quran ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dalam keragaman yang sangat dibutuhkan dalam mewujudkan negeri dan bangsa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," katanya.
Selain itu, lanjut Jokowi, sebagai bangsa yang berketuhanan masyarakat dituntut untuk percaya dan beriman kepada Tuhan yang Maha Esam Konsekuensi dari beriman kepada Tuhan yang Maha Esa adalah masyarakat harus menerima dengan lapang dada bahwa keberagaman ini merupakan kehendak Allah SWT.
"Alquran menegaskan bahwa keanekaragaman yang terjadi pada berbagai makhluk Tuhan pada hakikatnya merupakan sunatullah, sebuah ketetapan Allah subhanahu wa taala, sebuah skenario Allah SWT," katanya.