Bersamaan dengan itu, timbul keinginan dan gagasannya untuk menyuarakan kesetaraan hak terhadap kaum perempuan. Ia juga sangat ingin memajukan perempuan pribumi yang selama ini terkesan diremehkan. Sementara itu, pada 12 November 1903, Kartini resmi menjadi istri Bupati Rembang, K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah memiliki 3 istri.
Beruntung, sang suami tidak mengekang Kartini dan memberikan kebebasan baginya untuk bersuara. Ario Singgih juga mendukung Kartini untuk mendirikan sekolah khusus perempuan yang berada di samping timur pintu gerbang kompleks kantor Bupati Rembang. Kartini meninggal dunia empat hari usai melahirkan anak pertamanya, Soesalit Djojoadhiningrat, pada 17 September 1904.
(Susi Susanti)