Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KPK Telusuri Aliran Uang untuk Kepentingan Abdul Gafur Mas'ud di Musda Partai Demokrat

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Kamis, 21 April 2022 |13:47 WIB
KPK Telusuri Aliran Uang untuk Kepentingan Abdul Gafur Mas'ud di Musda Partai Demokrat
KPK (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa Supriadi alias Ucup selaku Sopir Bupati nonaktif Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas'ud dan Asdarusalam selaku Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Danum Taka, pada Rabu, 20 April 2022, kemarin. Keduanya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, penyidik mengonfirmasi serta mendalami keterangan kedua saksi tersebut soal aliran uang Abdul Gafur Mas'ud (AGM) untuk Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat. Diduga, ada aliran uang untuk kepentingan Abdul Gafur di Musda Partai Demokrat.

"Supriadi alias Ucup (Supir tersangka AGM) dan Asdarussalam Swasta/ Dewas Perusda Danum Taka (PDAM), hadir dan dikonfirmasi antara lain adanya dugaan aliran uang dalam untuk kepentingan tersangka AGM dalam kegiatan Musda Partai Demokrat," kata Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (21/4/2022).

Sekadar informasi, KPK belakangan ini memang sedang intens menelusuri aliran uang dugaan korupsi Abdul Gafur Mas'ud. Salah satunya, diduga ada aliran uang korupsi Abdul Gafur untuk Musda Partai Demokrat Kalimantan Timur.

Baca juga: KPK Usut Aktivitas Pertambangan di Penajam Paser Utara Terkait Kasus Abdul Gafur

KPK mencurigai ada aliran uang janggal untuk mendukung pencalonan tersangka Abdul Gafur Mas'ud sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kaltim. Dugaan aliran uang yang janggal itu juga sempat diselidiki KPK lewat tiga Ketua DPC Partai Demokrat pada Kamis, 31 Maret 2022.

Baca juga: Bupati Nonaktif Penajam Paser Utara Diduga Terima Jatah dari Pemenang Proyek

Mereka yakni, Ketua DPC Partai Demokrat Paser, Abdullah; Ketua DPC Partai Demokrat Mahakam Ulu, Kelawing Bayau; dan Ketua DPC Demokrat Kutai Barat, Paul Vius.

KPK juga menduga adanya bagi-bagi uang terkait Musda Partai Demokrat Kalimantan Timur untuk mendukung Abdul Gafur Mas'ud. Dugaan bagi-bagi itu sempat dikonfirmasi KPK terhadap Deputi II Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat, Jemmy Setiawan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement