Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perempuan Aktor Penting untuk Pembiasaan Berpikir Kritis di Masyarakat

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 22 April 2022 |17:45 WIB
Perempuan Aktor Penting untuk Pembiasaan Berpikir Kritis di Masyarakat
Webinar soal Kartini UIN Sunan Kaljaga (Foto: Tangkap Layar Webinar)
A
A
A

Partisipasi Rendah

Wakil Presiden Forum Lintas Agama G20, Dr. Katherine Marshall, mengatakan partisipasi perempuan dalam agenda global masih sangat rendah seperti salah satu tinjauan tahun 2019 bahwa hanya 3% mediator, 4% penandatanganan, dan 13% negosiator merupakan perempuan. “Peran perempuan bagaikan tidak kasat mata karena perempuan juga berkutat juga dengan berbagai macam ekspektasi sosial budaya,” kata Katherine.

Dari sisi pendidikan, aspek kesetaraan dan keadilan juga masih menjadi persoalan. Tingkat putus sekolah pada perempuan justru meningkat selama masa pandemi Covid-19. “Dari pengalaman kami, kemungkinan besar perempuan-perempuan yang berhenti sekolah tidak akan melanjutkan sekolah walaupun pandemi sudah berlalu,” ujar Katherine.

Sekjen Asian Muslim Action Network (Aman), Dwi Rubiyanti Kholifah, mengatakan mengatakan usaha menyebarkan Islam rahmatan lil’alamin dilakukan lewat dua pendekatan penting yaitu perempuan dan dialog. Menurutnya, perempuan memiliki kodrat unik karena secara efektif mampu menjadi agen transformasi konflik.

Dia mencontohkan program Sekolah Perempuan Perdamaian yang dijalankannya bersama Pendeta Roswuri dari Poso dengan memanfaatkan lahan-lahan tidak produktif untuk pengembangan pertanian organik. Sekolah tersebut sejauh ini melibatkan lebih dari 4.000 perempuan lintas iman di 41 desa/kelurahan di Indonesia.

“Kebun organik menjadi medium untuk mengurai dendam, prasangka, dan rasa tidak percaya Muslim dan Kristen yang digagas dan dikelola oleh masyarakat itu sendiri,” kata aktivis perempuan dan perdamaian yang akrab disapa Ruby Kholifah.

Ruby juga mempopulerkan reflective structured dialogue (RSD) kepada para ulama perempuan. Metode RSD, yang didapatkannya dari pelatihan di Romania oleh Mediators Beyond Boarder International, dipakai sebagai upaya reintegrasi sosial untuk 40 mantan pendukung ISIS. Pada 2018-2019, Ruby bersama para ulama perempuan dari berbagai mazhab seperti Sunni, Syiah, Ahmadiyah, Salafi, dan Wahabi juga saling berdialog terhadap isu-isu kontroversial seperti pernikahan anak, poligami, mengucapkan salam kepada non-Muslim, dan keberagaman.

“Saat ini pendekatan dialog di sebuah kelurahan di Kabupaten Depok dicoba untuk mendukung proses reintegrasi sosial para pendukung ISIS yang kembali dari Suriah dan Irak,” ujar Ruby.

Ketua Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Pendeta Mery LY Kolimon, mengatakan Reformasi Protestan (mulai 1517) merekonstruksi identitas perempuan sebagai setara dengan laki-laki termasuk kepemimpinan. “Jika dalam agama suku, peran keagamaan perempuan sangat terbatas, maka Kekristenan memberikan sebuah identitas baru sebagai yang setara untuk berelasi dengan Yang Ilahi,” katanya.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr.Phil. Al Makin mengatakan berkah keragaman Indonesia seharusnya dipahami sebagai modal dasar untuk mencapai kemajuan. Sementara itu, Senior Research Fellow University of Washington, Dr. Chris Seiple, mengatakan pelibatan perempuan di area publik masih sangat minim. Padahal, perempuan memainkan peran penting dalam keberlanjutan pembangunan dan perdamaian.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement