Share

Momen Hari Bumi, Gojek & GTF Kejar Komitmen Nol Sampah & Nol Emisi

Fitria Dwi Astuti , Okezone · Sabtu 23 April 2022 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 23 1 2584029 momen-hari-bumi-gojek-gtmomen-hari-bumi-gojek-gtf-kejar-komitmen-nol-sampah-nol-emisif-kejar-komitmen-nol-sampah-nol-emisi-al1fTWDdXq.jpg Foto: Dok Gojek

Jakarta - Memperingati Hari Bumi 22 April, platform on-demand terkemuka di Asia Tenggara, Gojek dan GoTo Financial (GTF), bagian dari Grup GoTo, menegaskan kembali komitmennya yakni Nol Emisi Karbon (Zero Emissions) dan Nol Limbah (Zero Waste) melalui rangkaian inisiatif dan inovasi #GoGreener.

Inisiatif ini dilakukan untuk memfasilitasi berbagai kebutuhan, gaya hidup, serta praktik usaha dengan prinsip keberlanjutan, guna menciptakan dampak positif dan nilai jangka panjang bagi lingkungan.

Zero Emissions, Zero Waste dan Zero Barriers (Nol Hambatan) adalah tiga komitmen ambisius Grup GoTo yang ingin dicapai pada tahun 2030. Komitmen ini menjadi panduan GoTo dalam membuat semua keputusan bisnis, dan guna memastikan semua aktivitas perusahaan menciptakan manfaat jangka panjang bagi manusia dan bumi.

Untuk GoGreener, Gojek merilis fitur Pohon Kolektif #GoGreener, hasil kerja sama dengan Jejak.in, startup Tanah Air di bidang lingkungan yang menyediakan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) dengan tujuan membantu masyarakat agar dapat lebih mudah lagi dalam berpartisipasi mengurangi dampak perubahan iklim.

Dengan inovasi teknologi ini, mungkinkan pengguna dengan mudah mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan. Konsumen yang bepergian naik GoRide atau GoCar dapat berkontribusi dalam inisiatif penanaman pohon dengan fitur #GoGreener dengan hanya menambah biaya Rp1.000 untuk GoRide dan Rp2.000 untuk GoCar.

Sebelumnya, bersama konsumen, Gojek telah berhasil menanam lebih dari 5.000 pohon di 13 lokasi berbeda.

Kurang dari satu bulan, terdapat 100.000 pengguna yang mengaktifkan fitur ini dan sebagai langkah awal peluncuran fitur ini, Gojek juga kembali menanam 1.000 bibit pohon di Demak Jawa Tengah dan setiap 3 bulan, pohon yang berhasil dikumpulkan oleh konsumen akan ditanam di lokasi tersebut serta lokasi-lokasi lainnya.

Tanah Sullivan, Head of Sustainability GoTo, mengatakan pihaknya bangga teknologi Gojek bisa menggerakkan banyak orang untuk berkontribusi pada lingkungan dengan cara yang mudah.

“Hingga saat ini, lebih dari 100.000 konsumen mengaktifkan fitur Pohon Kolektif #GoGreener. Antusiasme ini mendorong kami terus berinovasi dan mengajak lebih banyak orang untuk bergabung dalam gerakan ini. Di momen Hari Bumi, Gojek berkomitmen menambahkan jumlah pohon yang berhasil dikumpulkan konsumen pada periode 22 April hingga 21 Mei 2022,” ujar Tanah, dalam webinar Hari Bumi yang digelar Rabu lalu (20/4/2022).

 

Merchant

Dari sisi merchant, GoFood dan GTF juga menjalankan kampanye GoGreener #DariAksiKecil untuk mitra usaha, terutama UMKM, guna membantu pertumbuhan bisnis dan praktik bisnis ramah lingkungan. Saat ini ribuan mitra usaha Gojek dan GTF telah bertransisi ke bisnis ramah lingkungan berkat pelatihan dan edukasi bisnis berkelanjutan GoGreener #DariAksiKecil.

“Kami sangat senang atas antusiasme lebih dari 1.730 mitra UMKM yang hadir pada rangkaian pelatihan #DariAksiKecil yang digelar sejak Februari hingga awal April ini. Tentu kami ingin terus memperluas pemahaman dan dampak pentingnya bisnis yang ramah lingkungan terutama UMKM, untuk turut bisa menerapkan praktik bisnis ramah lingkungan dari hal sederhana yang diharapkan agar dapat membantu perkembangan bisnis mitra usaha,” kata Tanah.

Tanah mengatakan demi memperluas dampak dari edukasi ini, pihaknya telah merilis eBook #DariAksiKecil yang dapat diunduh oleh mitra usaha Gojek dan GTF dan publik secara gratis melalui tautan gjk.id/dariaksikecil.

Dalam kesempatan webinar tersebut, Nani Hendiarti, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Kemenkomarves) menilai isu perubahan iklim harus disosialisasikan dengan cara yang mudah dipahami.

“Ajakan Gojek, ‘sambil jalan, bisa tanam pohon’ menggambarkan bahwa langkah ramah lingkungan dapat dijalankan bersamaan dengan kita menjalankan aktivitas sehari-hari,” kata Nani.

 

Memilah sampah

Selain edukasi, Gojek dan GTF juga memfasilitasi mitra usaha dengan program khusus bagi mitra UMKM untuk memilah sampah sambil mendapatkan penghasilan tambahan yang berkolaborasi dengan wirausaha sosial Waste4Change.

Founder & CEO Waste4Change, Bijaksana Junerosano, juga mengatakan, sebagai startup pengelolaan sampah, Waste4Change sangat terbantu dengan kampanye #DariAksiKecil ini karena bisa bersama-sama langsung mengedukasi ribuan mitra Gojek dan GTF.

“Apalagi, kekuatan Gojek dan GTF sangat luar biasa. Saat replikasi kerusakan lingkungan berjalan dengan sangat cepat, gerakan gotong royong seperti ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat dampak positif bagi lingkungan,” katanya dalam webinar tersebut.

Kampanye ini menjadi bagian dari inisiatif GoGreener yang telah dijalankan ekosistem Gojek sejak tahun 2019 untuk mendorong seluruh bagian ekosistem menjalani hidup yang lebih ramah lingkungan, termasuk mitra usaha. Sejak pertama diluncurkan, lebih dari 4.000 mitra UMKM di ekosistem Gojek telah mengaktifkan fitur alat makan berbayar untuk mengurangi penggunaan alat makan plastik sekali pakai.

Selain itu, dengan menyediakan opsi struk digital ke konsumen, mitra usaha Gojek dan GTF berhasil mengurangi penggunaan hingga 1,3 miliar lembar struk fisik. Ini setara dengan 127 kali panjang Pulau Jawa.

Rangkaian program GoGreener pun disambut baik oleh pelanggan. Sebanyak 97% pelanggan GoFood telah memilih untuk tidak menggunakan alat makan plastik dalam pengemasan makanan. Hal ini menunjukkan progres yang positif menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan yang juga sejalan dengan laporan Katadata Insight Center (KIC) yang dipublikasikan pada Agustus 2019 bertajuk “Katadata Consumer Survey on Sustainability”, sebanyak 60,5% masyarakat membeli produk berkelanjutan atau ramah lingkungan karena ingin melestarikan bumi.

Lebih lanjut Nani mengapresiasi langkah yang dilakukan Gojek dan GTF serta berharap pihak perusahaan dapat turut serta melakukan sosialisasi dan pendampingan secara berkelanjutan ke ekosistemnya dalam mengelola sampah.

“Indonesia sudah berhasil mengurangi kebocoran sampah dari darat ke laut sebesar 28,5% hingga tahun 2022. Capaian ini sangat menggembirakan karena sudah melebihi nilai 2,6% dari target yang ditetapkan sebelumnya,” kata Nani.

CM

(FDA)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini