MESIR - Partai politik dan media yang dikelola pemerintah Mesir, mengatakan pemerintahnya telah membebaskan lebih dari 35 tahanan, seminggu sebelum berakhirnya bulan Ramadan. Hal ini biasa dilakukan dalama pemberian amnesti.
(Baca: Hari Ini Mesir Mulai Berpuasa, Gelar Tarawih dan Itikaf Dilarang)
Melansir Voa Indonesia, Senin (25/4/2022) sebagian anggota keluarga dan para aktivis politik telah mengonfirmasi bahwa beberapa tahanan terkemuka dibebaskan, Minggu (24/4).
Partai Reformasi dan Pembangunan mengatakan mereka yang dibebaskan merupakan tahanan politik dalam penahanan pra-sidang.
Harian berbahasa Inggris yang dikelola pemerintah, Al-Ahram, mengatakan sebanyak 41 narapidana dibebaskan.
Badan HAM pemerintah mengatakan terdapat beberapa individu dalam penahanan pra-sidang yang telah dibebaskan, namun tidak merincikannya.