Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Atdikbud Canberra Pertemukan Ilmuan Australia-Indonesia Bahas Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 26 April 2022 |19:42 WIB
Atdikbud Canberra Pertemukan Ilmuan Australia-Indonesia Bahas Pemberdayaan Ekonomi Perempuan
Atdikbud Canberra selenggarakan Strategic Talk (Foto: Dok Atdikbud Canberra)
A
A
A

Sementara Amelia Fauzi, yang juga guru besar UIN Jakarta ini menguraikan bahwa 60-80 persen usaha mikro di Indonesia dikelola oleh perempuan. Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam aktivitas ekonomi dan sektor publik di Indonesia sudah terjadi sejak lama. Dalam hal ini, tambah Amelia, dukungan pemerintah terhadap aktifitas kewirausahaan perempuan diwujudkan dalam konsep ekonomi kerakyatan.

Senada dengan Minako, Amelia menjelaskan bahwa dukungan pemerintah terhadap wirausahawan perempuan sejalan dengan dukungan organisasi keislaman di Indonesia. “Indonesia memiliki keunikan dibanding negara-negara muslim lain seperti Bangladesh, negara-negara timur tengah, bahkan Malaysia. Di Indonesia, organisasi keislaman sangat mendukung pertumbuhan aktivitas perempuan dalam berbisnis. Perempuan di Indonesia memiliki tugas domestik di rumah, namun hal itu tidak menghalangi mereka untuk membantu suami dalam menguatkan ekonomi keluarga dengan berbisnis,” tutur Amelia.

Dalam kaitannya dengan peran ekonomi kaum perempuan di Indonesia, Dosen FEB UI Riani Rachmawati memaparkan hasil penelitiannya mengenai perempuan-perempuan Indonesia yang menjadi sopir ojek online. Menurutnya, banyak kendala yang dihadapi oleh perempuan yang berprofesi sebagai Lady Driver di Indonesia, dari mulai ancaman pelecehan sampai risiko pembayaran.

“Banyak masalah yang dihadapi oleh Lady Driver yang membutuhkan advokasi. Mereka bekerja 10-12 jam per hari, kadang mereka bekerja pada malam hari sampai pagi untuk mendapatkan penghasilan. Namun jaminan sosial dan hak-hak mereka sebagai pekerja sangat terbatas. Berangkat dari kesadaran ini, sebagian lady driver membentuk majelis taklim, mereka juga membentuk organisasi agar bisa saling dukung dan saling menguatkan antara satu sama lain,” kata Riani.

Kegiatan yang dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari dosen, peneliti, mahasiswa dan penggiat pemberdayaan masyarakat ini dirasa sangat penting oleh peserta. Dalam sesi tanya jawab peserta mengungkapkan perlunya kolaborasi diantara ilmuwan perempuan dan para pemangku kepentingan lain dalam meningkatkan peran-peran perempuan Indonesia.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement