Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Atdikbud Canberra Pertemukan Ilmuan Australia-Indonesia Bahas Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 26 April 2022 |19:42 WIB
Atdikbud Canberra Pertemukan Ilmuan Australia-Indonesia Bahas Pemberdayaan Ekonomi Perempuan
Atdikbud Canberra selenggarakan Strategic Talk (Foto: Dok Atdikbud Canberra)
A
A
A

CANBERRA - Perempuan di Indonesia memiliki peran yang jauh lebih maju dibanding di negara muslim lainnya. Mereka mendapatkan ruang yang luas untuk melakukan peran-peran domestik maupun peran-peran publik. Dalam konteks ekonomi, tidak ada larangan bagi kaum perempuan di Indonesia hari ini untuk belajar setinggi-tingginya dan memilih profesi yang mereka inginkan.

Hal tersebut terungkap dalam acara Strategic Talk #3 dengan tema "Women's Economic Empowerment in Muslim Country: an Indonesia case" yang diselenggarakan secara daring oleh kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra pada Selasa (26/4/2022).

BACA JUGA:KBRI Canberra Dukung Charles Darwin University Tingkatkan Kerja Sama dengan Universitas di Indonesia Timur 

Acara ini menghadirkan pembicara yang merupakan ilmuwan dari Australia dan Indonesia yang telah banyak bergelut di bidang pemberdayaan perempuan. Pembicara tersebut adalah Prof. Minako Sakai dari University of New South Wales (UNSW), Prof. Amelia Fauzi dan Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dan Riani Rachmawati, PhD dari Universitas Indonesia (UI). Strategic Talk dimoderati oleh Dr. Prita Prasetya yang juga dosen di Universitas Prasetya Mulya.

Atdikbud KBRI Canberra, Mukhamad Najib mengatakan tujuan acara ini untuk memperingati Hari Kartini dengan menyelami peran-peran perempuan di Indonesia dan negara muslim lain dalam pemberdayaan ekonomi. Kegiatan ini juga ditujukan untuk mempertemukan ilmuwan perempuan di Indonesia dan Australia agar bisa saling bersinergi dalam menguatkan peran dan kontribusi perempuan dalam pembangunan, khususnya di Indonesia.

“Ilmuwan perempuan di Indonesia dan Australia bisa jadi memiliki peran yang berbeda, karena situasi sosial dan budaya antar kedua negara yang berbeda. Namun, ilmuwan perempuan Australia dan Indonesia bisa bersinergi untuk merumuskan peran-peran universal kaum perempuan dalam perekonomian suatu masyarakat bahkan negara,” urai Najib.

BACA JUGA:Pak Tua dan Angklung Meriahkan Roadshow Budaya KBRI Canberra 

Dalam paparannya, Minako Sakai mengungkapkan, kaum perempuan di Indonesia banyak terlibat aktif dalam penguatan ekonomi keluarga. Mereka mengelola usaha-usaha mikro untuk membantu suami dalam meningkatkan penghasilan. Di Indonesia, menurutnya, dukungan ekosistem terhadap perempuan yang berbisnis cukup baik.

“Di Indonesia, selain pemerintah, dukungan bagi perempuan yang berbisnis juga diberikan oleh organisasi-organisasi seperti Darma Wanita, PKK, dan pengajian-pengajian. Islam dalam hal ini dapat menjadi sumber motivasi positif bagi perempuan untuk berbuat lebih banyak, termasuk dalam bidang ekonomi. Lembaga-lembaga sosial Islam juga sangat membantu perempuan muslim yang ingin berbisnis dengan memberikan pelatihan dan kadang permodalan,” ujar Minako.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement