Share

Divonis Hukuman Mati di Singapura, Penyelundup Heroin dengan IQ Rendah: Ma...

Agregasi BBC Indonesia, · Rabu 27 April 2022 03:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 27 18 2585766 divonis-hukuman-mati-di-singapura-penyelundup-heroin-dengan-iq-rendah-ma-JgDzlQDXQb.jpg Illustrasi Penjara (foto: Staf Photographer)

SINGAPURA - Seorang ibu bernama Panchalai Supermaniam, gagal dalam upaya terakhir meminta keringanan hukuman untuk anaknya yang akan dihukum mati di Singapura pada Rabu 27 April 2022.

Anak sang ibu adalah warga Malaysia bernama Nagaenthran Dharmalingam. Pria dengan IQ 69 ini masuk dalam daftar hukuman mati lebih dari 10 tahun lalu karena menyelundupkan heroin seberat 44 gram.

Upaya meminta keringanan hukuman gagal, dan hukumannya dikukuhkan dalam sejumlah upaya banding.

BACA JUGA:TNI AL Tangkap Anggota Sindikat Narkoba Malaysia-Indonesia, 3 Kg Sabu Disita 

Kasus ini pun memicu perhatian Internasional. Badan Hak Asasi Manusia PBB menyerukan dibatalkannya hukuman gantung itu.

Sejumlah pakar PBB, perdana menteri Malaysia, para aktivis HAM, hingga taipan Inggris, Richard Branson, ikut mendesak keringanan hukuman.

 BACA JUGA:Polisi Gagalkan Penyelundupan 31 Kilogram Sabu di Batam

Setelah pengadilan menolak upaya banding pada Selasa 26 April 2022, Nagaenthran tidak mendebat dan mengajukan permintaan terakhirnya.

"Saya ingin bersama keluarga saya sesaat. Saya meminta ini supaya saya bisa memegang tangan keluarga saya. Di ruang sidang Yang Mulia, bukan di penjara. Boleh saya minta izin memegang tangan mereka di sini?," ucap Nagaenthran.

Permintaan itu dikabulkan dan Nagaenthran mendekati keluarganya melalui lubang kecil di pembatas kaca dan mengulurkan tangan. Teriakannya, "Ma" (ibu) dapat terdengar di seluruh ruangan sidang.

Ia juga diizinkan menghabiskan waktu dua jam bersama mereka di ruang bawah tanah di kompleks pengadilan namun tidak dibolehkan kontak fisik.

Kuasa hukum dan para aktivis mengatakan IQ Nagaenthran rendah, sehingga bisa dikategorikan sebagai difabel. Namun pengadilan menemukan bahwa ia menyadari apa yang ia lakukan saat membawa heroin seberat 44 gram ke Singapura.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini