JAKARTA - Putri Gayatri yang mendengar jika segerombolan tentara kejam telah menerobos istana dan membunuh kedua orangtuanya, tidak menangis ataupun panik.
Ia tak peduli bahaya yang ada di sekelilingnya. Dia hanya bertanya di mana jenazah kedua orangtuanya berada, karena penting baginya untuk memberikan penghormatan terakhir kepada kedua orangtuanya tersebut.
Menurut buku 'Gayatri Rajapatni: Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit karya Earl Drake', Gayatri pun pergi menuju ruangan tempat di mana kedua orangtuanya, guru dan para para petinggi keraton lainnya dibantai dengan sadis oleh pasukan Kediri. Para petinggi kerajaan Singasari itu dibunuh ketika melakukan ritual seks.
Baca juga: Gayatri dan Tribhuwana, Putri Raja Singasari yang Mewarisi Kecantikan Ken Dedes
Sesampainya di sana, ia menemukan jenazah kedua orangtuanya, guru dan para petinggi keraton lainnya di ruangan yang menyeramkan itu. Tubuh mereka berserakan di aula yang banjir darah bak boneka yang koyak.
Baca juga: Sosok Gayatri di Balik Kepemimpinan Tribhuwana Raja Majapahit