Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita dari Mereka yang Rela Tak Lebaran Demi Tuntutan Pekerjaan

Advenia Elisabeth , Jurnalis-Selasa, 03 Mei 2022 |03:29 WIB
Cerita dari Mereka yang Rela Tak Lebaran Demi Tuntutan Pekerjaan
Sifa, tak bisa rayakan hari kememangan (Foto MPI)
A
A
A

JAKARTA - Momen lebaran menjadi momen yang dinanti masyarakat muslim untuk kumpul keluarga. Namun, karena tuntutan pekerjaan mau tidak mau momen tersebut harus terlewatkan.

Seperti pegawai keamanan toko baju di pusat perbelanjaan Jakarta yang bernama Andi ini. Dia rela tidak berkunjung ke rumah orang tuanya dulu untuk sementara waktu karena harus menjaga keamanan toko selama mal buka serta untuk melayani masyarakat.

"Mau gimana lagi, sudah tuntuntan kerjaan. Sebenernya kalau boleh pilih, saya ingin ke rumah orang tua saya, lebaran di sana. Tapi saya dapat jadwal masuk. Mungkin nanti setelah 2 hari lebaran saya kan dapat libur, jadi bisa saya pakai untuk temui ibu-bapak di rumah," ungkapnya saat ditemui MNC Portal Indonesia, Senin (2/4/2022).

Meski demikian, lanjutnya, ia sudah mengawali hari lebaran dengan Sholat Ied dan video call dengan keluarga untuk melepas rindu dan mengucapkan selamat Lebaran.

"Tapi tadi saya sudah Sholat Ied juga tadi, udah video call juga. Lumayan lah ya buat say hi sama mereka. Ngucapin lebaran, meski lewat video call. Tapi itu nggak ngurangin rasa syukur saya di Lebaran tahun ini," katanya.

Sama halnya dengan Sifa, perempuan cantik yang melayani pembeli di toko sepatu juga harus bekerja ditengah hari raya Idulfitri ini. Namun, yang berbeda dari dirinya, dia senang bisa bekerja di hari raya. Katanya, pengunjung ramai dan bisa berinteraksi dengan mereka.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement