Share

Lockdown Paling Ketat, China Bor Pintu Rumah Warga agar Tidak Berkeliaran

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 06 Mei 2022 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 06 18 2590088 lockdown-paling-ketat-china-bor-pintu-rumah-warga-agar-tidak-berkeliaran-bbkBIldtbh.jpg China bor pintu rumah warga saat lockdown ketat (Foto: Newsflare)

CHINARekaman video baru menunjukkan para petugas mengunci penduduk di rumah mereka sebagai upaya penguncian Covid-19 yang paling ketat di China.

Petugas menggunakan gembok besar dan kabel yang tidak bisa dipecahkan ataupun dipotong.

Rekaman video yang diposting di situs media sosial China menunjukkan bagaimana penduduk yang menolak untuk tinggal di dalam atau menyerahkan kunci mereka kepada petugas harus mendapatkan konsekuensi yang sulit. Yakni pintu rumah mereka dibor dan gembok digunakan untuk menghentikan mereka pergi jika mereka dinyatakan positif.

Video lain menunjukkan seorang petugas mengebor lubang di depan pintu seseorang dengan menggunakan baut logam untuk menghentikan mereka keluar.

 Baca juga: China Lockdown Lagi, Indonesia Bisa Kena Dampak Mengerikan?

Menurut outlet berita independen China Caixin Global, tindakan tersebut diambil di provinsi Hebei utara.

Sumber-sumber lokal telah mengutip kantor Pencegahan dan Pengendalian Pandemi Qianan yang mengatakan akan menyelidikan hal ini.

Baca juga: Cerita Kelaparan dan Kemarahan Bayangi Shanghai Akibat Lockdown Covid-19

“Kami sedang menyelidiki dan akan mengubah kebijakan tersebut. Kami juga mencari kemungkinan memasang alarm untuk menggantikan metode saat ini,” terangnya.

Hingga 4 Mei, China memiliki rata-rata tujuh hari 22.566 kasus, dengan 14.731 kasus positif baru kemarin.

Meskipun memiliki 1 juta kasus sejak pandemi dimulai, negara itu hanya menderita 5.141 kematian.

Tindakan kejam terbaru ini datang hanya beberapa minggu para pekerja di distrik keuangan China di Shanghai dilaporkan dipaksa untuk tidur di kantor selama berhari-hari.

Kebijakan ketat Covid datang ketika kasus-kasus positif meningkat di kota pesisir Shanghai sementara pemerintah daerah berjanji untuk memisahkan infeksi dalam dua tahap penguncian.

Salah satu langkahnya adalah menghentikan pekerja dari pulang ke rumah untuk menghindari infeksi silang.

Seorang pekerja, yang bekerja di sebuah perusahaan di Shanghai Software Park, mendokumentasikan kehidupannya yang mengerikan selama penguncian kantor dan membagikannya kepada pemirsa secara online.

Dia menerima pemberitahuan yang meminta semua pekerja yang telah ke kantor sebelum 28 Februari untuk kembali ke lokasi untuk karantina wajib selama 12 hari.

Dalam video yang dia bagikan di Douyin, staf medis hadir untuk mengambil sampel tes swab setiap pekerja setiap hari.

Staf kemudian diberi "waktu luang" untuk mengatur ruang kantor sehingga mereka dapat menetap di "rumah" darurat.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini