Share

Gunung Merapi Alami 154 Kali Gempa Guguran

Antara, · Sabtu 07 Mei 2022 23:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 07 510 2590525 gunung-merapi-alami-154-kali-gempa-guguran-4gxAcckP3z.jpg Gunung Merapi (Foto: BPPTG)

YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan Gunung Merapi di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah mengalami 154 kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Jumat 6 Mei 2022 pukul 00.00-24.00 WIB.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan resminya di Yogyakarta, Sabtu (7/5/2022) menyebutkan selain gempa guguran, pada periode pengamatan itu juga tercatat 60 kali gempa hibrid atau fase banyak, empat kali gempa embusan, 23 kali gempa vulkanik dangkal, dan dua kali gempa tektonik.

BACA JUGA:Gunung Merapi Muntahkan Lava Pijar Sejauh 1.500 Meter 

Berdasarkan pengamatan visual, tampak asap berwarna putih keluar dari Gunung Merapi dengan intensitas sedang dan tebal dengan ketinggian sekitar 50-300 meter di atas puncak.

Pada periode pengamatan itu, tercatat 14 kali guguran lava pijar keluar dari gunung itu dengan jarak luncur maksimum 2 km ke arah barat daya.

Deformasi atau perubahan bentuk tubuh Merapi yang dipantau BPPTKG menggunakan electronic distance measurement (EDM) pada 6 Mei 2022, menunjukkan laju pemendekan jarak rata-rata 0,9 cm dalam tiga hari.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan pada Sabtu (7/5/2022) pukul 00.00 sampai 18.00 WIB, Gunung Merapi tercatat mengeluarkan lava pijar empat kali sejauh 2.000 meter ke arah barat daya. Hingga kini, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

BACA JUGA:Tinjau Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan, Kepala BNPB Ingatkan Kesiapsiagaan 

Guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area dalam sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong (sejauh maksimal lima kilometer) serta Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (sejauh maksimal tujuh kilometer).

Selain itu, guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area di sektor tenggara yang meliputi Sungai Woro (sejauh maksimal 3 kilometer) dan Sungai Gendol (sejauh 5 kilometer).

Apabila gunung api itu mengalami letusan eksplosif, maka lontaran material vulkaniknya dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung, demikian Hanik Humaida.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini