Share

Jenguk Korban, Wali Kota Surabaya: Kenjeran Park Harus Tanggung Jawab Penuh!

Aan haryono, Koran SI · Minggu 08 Mei 2022 04:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 08 519 2590541 jenguk-korban-wali-kota-surabaya-kenjeran-park-harus-tanggung-jawab-penuh-TMgiBDDc8w.jpg Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi jenguk korban Kenjeran Park (Foto: Aan Haryono)

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi datang langsung ke RSUD dr Soetomo dan RSUD dr Soewandhie untuk menjenguk korban insiden seluncuran kolam renang Kenjeran Park Surabaya, Sabtu (7/5/2022) malam.

Setibanya di IGD RSUD dr Soetomo, Eri langsung menuju ke ruang ICU untuk melihat langsung kondisi korban kecelakaan di wahana tersebut. Satu per satu pasien dilihat kondisinya sembari memberikan semangat kepada pihak keluarga korban.

BACA JUGA:Pengelola Kenjeran Park Tanggung Semua Biaya Pengobatan Korban Seluncuran Roboh 

Ia datang bersama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Nanik Sukristina, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olah Raga serta Pariwisata Wiwiek Widyati dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya Tomi Ardiyanto.

“Tidak ada korban jiwa, yang tiga tadi masih ada di IGD dan yang empat sudah ada di tempat rawat inap, sedangkan yang satu sudah persiapan untuk pulang karena mengalami luka ringan,” kata Eri.

Ia menyampaikan kepada dokter yang menangani pasien untuk memantau dan memberikan perawatan secara maksimal agar segera pulih. Ia juga menyampaikan kepada pihak manajemen Kenjeran Park untuk bertanggung jawab memberikan bantuan pengobatan hingga kondisi pasien kembali pulih normal.

“Kami juga minta kepada manajemen untuk bertanggung jawab penuh dan saya juga minta agar mengecek kembali wahananya, yang sekarang masih dalam penyelidikan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,” ucapnya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu juga mengimbau agar pihak pengelola wisata Kenjeran Park untuk lebih waspada dan menjadikan hal ini sebagai pembelajaran. Ia juga menyampaikan, setiap investor yang memiliki tempat wahana wisata tentu harus memiliki izin, disamping itu juga harus diimbangi dengan perawatan berkala agar tidak terjadi lagi hal serupa di tempat wisata lain di Kota Surabaya.

“Dalam pemeliharaan itu kan milik swasta, jadi kalau pemeliharaan ini dilakukan oleh investor dan harus menjamin layak fungsi wahananya, maka dari itu kita nanti lakukan evaluasi di tempat wahana atau wisata lainnya,” katanya.

BACA JUGA:Kronologi Robohnya Seluncuran di Waterpark Kenjeran, Ternyata Ini Biang Keroknya 

Diketahui, dalam kejadian tersebut terdapat 16 korban yang di antaranya ada 8 orang dirawat di RSUD Dr Soetomo. Sedangkan 8 orang lainnya dirawat di RSUD dr Soewandhie.

Sementara itu untuk pasien yang sudah dibolehkan pulang dari RSUD dr Soetomo ada 1 pasien dan 4 orang pasien di RSUD dr Soewandhie juga sudah diperbolehkan pulang.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini