Share

Usai Insiden Kenjeran Park, Wali Kota Surabaya Evaluasi Wahana Tempat Wisata

Aan haryono, Koran SI · Minggu 08 Mei 2022 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 08 519 2590662 usai-insiden-kenjeran-park-wali-kota-surabaya-evaluasi-wahana-tempat-wisata-HYMO0AXEp3.jpg Wali Kota Surabaya jenguk korban Kenjeran Park. (MNC Portal)

SURABAYA - Wali Kota Eri Cahyadi memberikan peringatan keras kepada pihak pengelola wahana air Kenjeran Park karena tidak mengutamakan keselamatan pengunjung pada fasilitas yang dimiliki.

Ia ingin manajemen Kenjeran Park segera melakukan evaluasi secara keseluruhan demi keselamatan pengunjung.

Eri meminta pihak pengelola bertanggung jawab ke seluruh korban yang mengalami cedera. Tak hanya itu, ia ingin pihak pengelola bertanggung jawab dan memastikan tempat wisata di Kota Surabaya aman bagi wisatawan.

"Saya minta kepada manajemen untuk melakukan tanggung jawab dan bersinergi, bagaimana manajemen bisa memberikan kepastian bahwa tidak semua tempat wisata di Surabaya seperti ini," katanya, Minggu (8/5/2022).

Ia menekankan, kepada setiap investor yang memiliki tempat wahana wisata di Surabaya, tentu harus memiliki izin. Di samping itu, harus diimbangi perawatan berkala agar tidak terjadi lagi hal serupa di tempat wisata lain di Kota Surabaya.

“Dalam pemeliharaan itu kan milik swasta. Jadi, kalau pemeliharaan ini dilakukan oleh investor, harus bisa menjamin layak fungsi wahananya. Oleh karena itu, kita nanti lakukan evaluasi di tempat wahana atau wisata lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap pengelola atau investor yang mempunyai tempat wahana atau wisata juga harus memberikan laporan hasil kelayakan. Selain itu, pengelola atau investor harus tahu kondisi fasilitasnya, karena setiap fasilitas permainan atau wahana harus sesuai dengan kapasitasnya.

"Terkait evaluasi, itu semua sudah dilakukan atau belum oleh pengelola nanti kita cek lagi. Kalau tadi dengan dengar ceritanya ada wahana yang kelebihan beban, nah itu kan harus ada yang jaga dan harus sesuai maksimal wahananya, kalau nggak sesuai ya ambruk. Kita lihat dulu hasil evaluasinya, sembari menunggu hasil penyelidikan dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini