Share

Nyamar Jadi Sopir, Anggota Pussy Riot Lolos dari Polisi Rusia

Tim Okezone, Okezone · Rabu 11 Mei 2022 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 11 18 2592584 nyamar-jadi-sopir-anggota-pussy-riot-lolos-dari-polisi-rusia-bCfrkK8Syf.jpg Anggota Pussy Riot lolos dari polisi Rusia setelah menyamar menjadi sopir pengiriman. (AFP via Getty Images)

MOSKOW - Anggota kelompok feminis Pussy Riot Maria Alyokhina (33) berhasil lolos dari polisi Rusia dengan menyamar menjadi sopir pengiriman. Ia sebelumnya menghadapi hukuman karena kritik kebijakan perang Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Melansir Mirror, Rabu (11/5/2022), ia lolos dari hukuman tahanan rumah di Moskow dengan menyamar sebagai sopir pengiriman guna menghindari tindakan brutal terhadap para pembangkang.

Aksinya bisa menghindari polisi di Ibu Kota Rusia itu disamakan denga mata-mata.

Kini Alyokhina berada di Lithuania bersama puluhan ribu orang Rusia yang meninggalkan negara tersebut, setelah UU yang menekan oposisi diberlakukan menyusul invasi ke Ukraina.

Alyokhina mengatakan, pihaknya sekarang berencana untuk tur mengumpulkan uang bagi mereka yang terdampak perang.

“Banyak keajaiban terjadi minggu lalu. Kedengarannya seperti novel mata-mata,” katanya kepada The New York Times.

Dalam sebuah wawancara, dia mengungkapkan menyamar sebagai kurir makanan untuk melarikan diri dari Moskow.

“Saya tidak berpikir Rusia memiliki hak untuk hidup lagi," ujarnya.

 BACA JUGA:Ikuti Negara Barat, Jepang Bakal Stop Impor Minyak dari Rusia

Dia mengatakan, meskipun Rusia modern terlihat seperti "iblis besar" dari luar, pelariannya menunjukkan itu "sangat tidak terorganisir".

Dalam pengalamannya, aktivis itu mengatakan, "tangan kanan tidak tahu apa yang dilakukan tangan kiri".

Kelompok Pussy Riot pertama kali menjadi pusat perhatian satu dekade lalu ketika mereka mengadakan protes anti-Putin yang dramatis di Katedral Kristus Juru Selamat di Moskow.

Ini membuat para anggotanya dijatuhi hukuman penjara dua tahun, tetapi tidak menghalangi aktivisme mereka.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Alyokhina ikut mendirikan situs berita Mediazona, yang berfokus pada pelanggaran hak asasi manusia dan hukum di Rusia.

Awal tahun ini, dia dijatuhi hukuman setelah memposting pesan anti-Putin di Instagram, dan sesama anggota bandnya juga menjadi sasaran dalam beberapa bulan terakhir.

Dia menghadapi hukuman 21 hari di kamp hukuman karena perbedaan pendapat, katanya, dan sebuah tanda jahat yang mencapnya sebagai pengkhianat muncul di pintu rumah yang dia tinggali bersama pacarnya Lucy Shtein, yang juga melarikan diri.

“Mereka takut karena mereka tidak bisa mengendalikan kita,” kata Alyokhina.

Awal tahun ini dua temannya, yaitu Nadya Tolokonnikova dan Nika Nikulshina, diberi label "agen asing" oleh pemerintah Rusia - secara efektif menuduh mereka sebagai mata-mata.

Kementerian Kehakiman Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Orang-orang ini secara sistematis mendistribusikan materi ke lingkaran orang yang tidak ditentukan, sambil menerima dana asing.”

Alyokhina mengatakan anggota yang melarikan diri akan tampil untuk mengumpulkan dana guna membantu mereka yang terkena dampak invasi Putin ke Ukraina.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini