Share

Pilot Jet Pribadi Dideportasi Usai Dihukum Penjara 10 Minggu karena Melawan Polisi saat Mabuk

Susi Susanti, Okezone · Kamis 12 Mei 2022 18:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 18 2593234 pilot-jet-pribadi-dideportasi-usai-dihukum-penjara-10-minggu-karena-melawan-polisi-saat-mabuk-ewhxXP2Hpi.jpg Pilot Australia dideportasi usai dihukum penjara 10 minggu karena melawan polisi saat mabuk (Foto: TODAY)

SINGAPURA - Seorang pilot jet pribadi berusia 41 tahun dideportasi pada Rabu (11/5/2022) setelah menjalani hukuman penjara 10 minggu karena melawan dan melecehkan petugas polisi dalam keadaan mabuk pada 2018.

Kementerian Dalam Negeri (MHA) Singapura dalam rilisnya mengatakan Kartu Ketenagakerjaan Cameron Lachlan Milne telah dibatalkan dan orang Australia itu tidak diizinkan masuk kembali ke Singapura.

Dalam rilisnya, MHA mengatakan tidak menoleransi tindakan kekerasan terhadap pegawai negeri yang menjalankan tugasnya, dan tidak akan ragu untuk menindak tegas mereka yang melakukannya.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Melonjak, Permintaan Terbang Naik Jet Pribadi Meningkat Tajam

Milne dijatuhi hukuman pada 18 Maret tahun ini dengan 10 minggu penjara dan diperintahkan untuk membayar denda 5.000 dolar Singapura (Rp52 juta) setelah mengaku bersalah atas tiga tuduhan.

Baca juga: Pilot Jatuh Pingsan saat Terbang, Penumpang yang Mendaratkan Pesawat Jadi Misteri

Yakni secara sukarela melukai seorang pegawai negeri yang menjalankan tugasnya, melecehkan pegawai negeri, dan karena menyebabkan gangguan saat mabuk.

TODAY melaporkan lima tuduhan lain yang berkaitan dengan insiden itu dipertimbangkan selama hukuman.

Pada 14 Juni 2018, Milne bertemu teman-teman untuk minum-minum di Boat Quay sebelum menuju ke bar lain di hotel Pan Pacific Singapore di mana ia berbagi dua botol vodka dengan teman-temannya.

Sekitar pukul 01.30 waktu setempat, Milne meninggalkan bar untuk membeli air di sebuah toko serba ada di mal Marina Square, ketika sekelompok pekerja sedang melakukan pekerjaan pemasangan kabel terkait dengan Parade Hari Nasional.

Milne naik ke truk pekerja dan mulai melempar peralatan, lalu supervisor pekerja menelepon polisi ketika Milne menolak untuk turun dari kendaraan.

Para pekerja juga memberi tahu tentara nasional yang mengawal pekerjaan instalasi untuk meminta bantuan, karena Milne mencoba melarikan diri sambil menunggu polisi tiba.

Milne pun jatuh ke semak-semak dan menarik salah satu prajurit nasional bersamanya, merobek baju orang lain dalam prosesnya.

Milne ditangkap karena menyebabkan gangguan di depan umum saat mabuk, setelah dia memberikan jawaban yang tidak lengkap kepada polisi ketika mereka menanyakan detail dan alamatnya.

MHA menyatakan saat berada di mobil polisi, Milne berulang kali menendang kursi pengemudi dan penumpang depan tempat dua petugas duduk.

Kementerian menambahkan bahwa ketika petugas yang duduk di kursi belakang dengan Milne mencoba menahannya, Milne menendang kepala petugas dan mencoba menggigit tangannya. Milne juga mencaci maki tiga petugas di dalam mobil.

TODAY melaporkan bahwa petugas kemudian mencari perhatian medis di Rumah Sakit Umum Singapura, saat dia ditemukan mengalami pembengkakan, nyeri ringan dan memar sepanjang 5cm kali 5cm di wajahnya.

Dokumen pengadilan mencantumkan sembilan frasa kasar dan eksplisit yang digunakan Milne terhadap petugas saat berada di belakang mobil yang direkamn kamera yang dikenakan di tubuhnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini