KAKAWIN Nagarakertagama yang menjadi peninggalan Kerajaan Majapahit menguraikan peristiwa penting meninggalnya Gajah Mada. Kematian Mahapatih Gajah Mada ini diuraikan pada Pupuh 70 - 72, yang disebut pada tahun Saka 1286 Masehi.
Usai kejadian meninggalnya Gajah Mada, Hayam Wuruk langsung memanggil seluruh Dewan Pertimbangan Agung Majapahit. Mereka dipanggil oleh Raja Hayam Wuruk untuk merapatkan pengganti mahapatih terkuat itu.
Sebagaimana dikutip dari buku "Tafsir Sejarah Nagarakretagama" dari Prof. Slamet Muljana, sejumlah kerabat utama raja. Tampak beberapa kerabat dan keluarga Hayam Wuruk, seperti ibunda Tribhuwana Tunggadewi, ayahandanya Sri Kertawardhana, bibi Dyah Wiyah Rajadwi Maharajasa.
Kemudian, sang paman Sri Wijayarajasa, adinda Bhre Lasem, serta suaminya Sri Rajasawardhana, serta Bhre Pajang dan suaminya bernama Sri Singawardhana. Pada akhirnya anggota Dewan Pertimbangan Agung Majapahit pada tahun 1364, mengambil keputusan-keputusan penting mengenai urusan negara.
BACA JUGA:Panglima Perang Era Kerajaan Nusantara Paling Disegani, dari Pati Unus hingga Gajah Mada
Dimana dalam rapat kabinet tersebut diputuskan sembilan priyayi agung termasuk sang prabu Hayam Wuruk. Pada musyawarah itu, Dewan Pertimbangan Agung sebenarnya bermaksud hendak mencari pengganti patih amangkubhumi Gajah Mada.