Share

Kurang dari Seminggu, Satu Juta Orang di Korut Diduga Terinfeksi Covid-19

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 16 Mei 2022 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 16 18 2594952 kurang-dari-seminggu-satu-juta-orang-di-korut-diduga-terinfeksi-covid-19-C1Lqg3aG2Q.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

SEOUL - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengecam pejabat kesehatan dan memerintahkan tentara untuk membantu mendistribusikan obat-obatan, ketika gelombang kasus Covid melanda negara itu.

Lebih dari satu juta orang kini telah sakit dengan apa yang disebut Pyongyang sebagai "demam", kata media pemerintah yang dilansir BBC.

Sekira 50 orang telah meninggal, tetapi tidak jelas berapa banyak dari kasus yang dicurigai itu dinyatakan positif Covid.

Korea Utara hanya memiliki kapasitas pengujian yang terbatas, sehingga hanya sedikit kasus yang dikonfirmasi.

Warga Korea Utara cenderung sangat rentan terhadap virus karena kurangnya vaksinasi dan sistem perawatan kesehatan yang buruk. Penguncian nasional diberlakukan di negara tertutup itu.

Media pemerintah mengatakan Kim memimpin pertemuan darurat politbiro pada akhir pekan di mana dia menuduh para pejabat ceroboh dalam pendistribusian cadangan obat-obatan nasional.

Dia memerintahkan agar "pasukan kuat" dari korps medis tentara turun tangan untuk "segera menstabilkan pasokan obat-obatan di Kota Pyongyang".

Negara itu mengumumkan kasus Covid pertama yang dikonfirmasi minggu lalu - meskipun para ahli percaya virus itu kemungkinan telah beredar selama beberapa waktu.

Kim telah memberlakukan kontrol virus "darurat maksimum", termasuk penguncian dan pembatasan berkumpul di tempat kerja.

Komunitas internasional menawarkan untuk memasok Korea Utara dengan jutaan AstraZeneca dan jab buatan China tahun lalu, tetapi Pyongyang mengklaim telah mengendalikan Covid dengan menutup perbatasannya pada awal Januari 2020.

Korea Utara berbagi perbatasan darat dengan Korea Selatan dan China, yang sama-sama berjuang melawan wabah. China sekarang berjuang untuk menahan gelombang Omicron dengan penguncian di kota-kota terbesarnya.

Korea Selatan telah menawarkan untuk mengirim bantuan tak terbatas ke Korea Utara jika diminta, termasuk dosis vaksin, petugas kesehatan, dan peralatan medis.

Pada Sabtu (14/5/2022), Kim menyebut wabah Covid-19 yang menyebar dengan cepat sebagai "bencana besar".

"Penyebaran epidemi ganas adalah gejolak (terbesar) yang terjadi di negara kita sejak didirikan," katanya seperti dikutip kantor berita resmi KCNA.

Selain dampak kesehatan langsung, kekhawatiran telah muncul untuk produksi pangan di Korea Utara. Negara ini mengalami kelaparan yang brutal selama tahun 1990-an, dan hari ini Program Pangan Dunia memperkirakan bahwa 11 juta dari 25 juta penduduk negara itu kekurangan gizi.

Jika pekerja pertanian tidak dapat merawat ladang, kata para analis, implikasinya sangat serius.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini