Share

42 Orang Meninggal, Kim Jong-un Umumkan Perang Habis-habisan Lawan Covid-19

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 16 Mei 2022 11:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 16 18 2594850 42-orang-meninggal-kim-jong-un-umumkan-perang-habis-habisan-lawan-covid-19-RelvkaXJ3j.JPG Warga mengenakan masker saat bepergian di Pyongyang, Korea Utara, 30 Maret 2022. (Foto: Reuters)

SEOUL - Korea Utara pada Minggu (15/5/2022) mengatakan bahwa total 42 orang telah meninggal akibat Covid-19, empat hari setelah negara terisolasi itu memberlakukan penguncian (lockdown) nasional setelah mengonfirmasi kasus pertama infeksi virus corona.

BACA JUGA:Korut Laporkan Kematian Pertama Covid-19

Pada Kamis (12/5/2022) Korea Utara mengakui tengah mengambil langkah untuk memerangi wabah Covid-19 yang "eksplosif" telah menimbulkan kekhawatiran bahwa virus tersebut dapat menyebabkan kerusakan besar karena sistem kesehatan dan kemampuan pengujian yang terbatas d negara itu.Ā 

Kantor berita negara KCNA mengatakan negara itu mengambil "tindakan darurat negara cepat" untuk mengendalikan epidemi, tetapi tidak ada tanda bahwa Pyongyang bergerak untuk menerima tawaran vaksin internasional.

"Semua provinsi, kota, dan kabupaten di negara ini telah dikunci total dan unit kerja, unit produksi, dan unit perumahan ditutup satu sama lain sejak pagi 12 Mei dan pemeriksaan ketat dan intensif terhadap semua orang sedang dilakukan," lapor KCNA. pada Minggu.


Sehari sebelumnya pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan penyebaran Covid-19 telah mendorong negaranya ke dalam "kekacauan besar" dan menyerukan pertempuran habis-habisan untuk mengatasi wabah tersebut.

Meskipun menerapkan lockdown, Kim dan pejabat senior lainnya pada Sabtu (14/5/2022) menghadiri upacara pemakaman untuk Yang Hyong Sop, mantan kepala negara de facto selama pemerintahan ayah Kim, Kim Jong Il, demikian dilaporkan KCNA.

Otoritas kesehatan mendirikan lebih banyak pos pencegahan epidemi, dan segera mengangkut pasokan medis ke rumah sakit dan klinik, sementara pejabat senior telah menyumbangkan obat-obatan cadangan,Ā KCNAĀ melaporkan.

"Sebagian besar" kematian disebabkan oleh orang-orang yang "ceroboh dalam meminum obat karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit infeksi virus varian Omicron siluman dan metode pengobatannya yang benar," kata laporan itu sebagaimana dilansirĀ Reuters.

Korean Central TelevisionĀ pada Sabtu malam menyiarkan perawatan untuk demam tersebut. Seorang dokter di Rumah Sakit Kimmanyu menyarankan "berkumur dengan air garam" dan minum obat yang berbeda dalam kasus suhu tinggi, sakit kepala dan nyeri otot dan sendi.

KCNAĀ kemarin juga menyarankan minum teh lonicera japonica atau teh daun willow tiga kali sehari.Ā 

Setidaknya 296.180 lebih banyak orang turun dengan gejala demam, dan 15 lainnya meninggal pada Minggu, kata outlet itu.

Para ahli mengatakan Korea Utara tampaknya tidak memiliki kapasitas untuk menguji puluhan ribu pasien bergejala tersebut. KCNA tidak melaporkan berapa banyak dari kasus yang dicurigai itu dinyatakan positif Covid-19.

Secara keseluruhan Korea Utara telah melaporkan 820.620 kasus yang dicurigai, dengan 324.550 masih dalam perawatan medis, kataĀ KCNA.

Korea Utara sebelumnya mengklaim tidak ada kasus virus yang dikonfirmasi, dan merupakan satu dari hanya dua negara di dunia yang belum memulai kampanye vaksinasi Covid, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Penguncian yang diberlakukan sendiri telah memperlambat perdagangan hingga menetes dan menimbulkan kekhawatiran tentang kekurangan makanan atau kesulitan lainnya, kata organisasi bantuan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini