Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kesal, Wali Kota Tangsel Lempar Pena yang Tak Bisa Dipakai ke Arah Pegawai

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 27 Mei 2022 |05:07 WIB
Kesal, Wali Kota Tangsel Lempar Pena yang Tak Bisa Dipakai ke Arah Pegawai
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menandatangani berita acara di prosesi pelantikan pejabat eselon (Foto: Hambali)
A
A
A

TANGSELWali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie atau kerap dipanggil Pak Ben terlihat kesal atas ketidaksiapan penyelenggara saat mengikuti prosesi pelantikan pejabat eselon di Gedung Pusat Pemerintahan Kota (Tangsel), Rabu (25/5/2022) malam.

Kekesalan Pak Ben terjadi karena pena yang tersedia di atas meja tak berfungsi maksimal. Akibatnya, dia pun melempar pena ke arah pegawai protokol yang berdiri di sebelah kanan. Kejadian itu disaksikan pula Wakil Wali Kota Pilar Saga Ikhsan dan Sekretariat Daerah (Sekda) Bambang Noertjahyo.

Momen itu berlangsung saat penandatanganan berita acara usai pengambilan sumpah jabatan.

Awalnya, para pejabat mengikrarkan bersama-sama sumpah jabatan. Selanjutnya, Pak Ben didampingi Asisten Daerah (Asda) Taryono dan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Fuad menandatangani berita acara.

Baca juga: Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan Resmi Jabat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel

Sempat terlihat Pak Ben mengamati dari dekat berkas yang sudah ditanda tangani. Pada giliran Kepala BKPP ikut menandatangani berkas, terlihat dia mengganti penanya dengan pena yang dipegang Pak Ben.

Baca juga: Integrasikan Layanan Pengurusan Administrasi, Pemkot Tangsel Raih Indonesia Awards 2021

"Protokol mana, protokol mana? Kamu ngecek pulpen aja," ujarnya seraya menoleh ke arah jajarannya di sebelah kanan.

Dalam amanatnya, Pak Ben meminta seluruh jajaran yang dilantik benar-benar menjadi pelayan masyarakat. Menurut dia, profesi sebagai seorang birokrat terikat janji dengan pelayanan yang baik.

"Kita semua yang memilih profesi sebagai birokrat, terikat pada tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat," ucapnya.

Dia juga menekankan tentang makna reformasi birokrasi yang menuntut profesionalitas bagi setiap Pegawai Negeri Sipil. Jika sebelumnya menggunakan pendekatan struktur dan hierarki, maka saat ini lebih terfokus pada fungsi, kompetensi dan spesialisasi.

"Birokrasi harus mampu bertransformasi menjadi sebuah institusi yang profesional, yang diisi oleh personil-personil yang kompeten dan capable. Salah satu poin transformasi atau reformasi birokrasi ini adalah penyesuaian karakter birokrasi itu sendiri," tegasnya.

 Baca Selengkapnya: Wali Kota Tangsel Mengamuk, Pegawai Dilempar Pena saat Pelantikan Pejabat

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement