Share

PMK Tidak Terkendali, Puluhan Sapi Jual Murah dan Peternak Terlilit Utang

Yayan Nugroho, iNews · Jum'at 27 Mei 2022 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 27 519 2601357 pmk-tak-terkendali-puluhan-sapi-dijual-murah-peternak-terlilit-utang-pXnMlVfiAY.PNG Peternak yang sapinya terdampak wabah PMK/ Foto: Yayan Nugroho

Jatim - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Lumajang, Jawa Timur kian mengkhawatirkan. Bahkan peternak terpaksa memotong sapi yang hampir mati akibat PMK untuk menghindari kerugian yang makin parah.

Serangan wabah PMK terhadap sapi perah dalam sebulan terakhir pun juga membuat peternak terlilit utang bank, karena produksi susu sapi anjlok.

Salah seorang peternak sapi, Salim mengaku bahwa pihaknya bahkan terpaksa menjual 12 ekor sapi miliknya karena tak sanggup mengobatinya. Sapi-sapi itu pun dijual dengan harga murah.

Hal tersebut terpaksa dilakukan salim, untuk memangkas biaya perawatan sapi yang sakit dan untuk menghindari kerugian yang makin parah jika sapi-sapinya yang sakit mati.

"Enggak sanggup untuk mengobati penyakit ini, jadi saya mengurangi popilasi yang sekiranya tidak bisa disembuhkan, saya keluarkan," katanya kepada wartawan dikutip, Jumat (27/05/2022).

Adapun, dari populasi sapi perah sebanyak 5.543 ekor sapi, lebih dari 700 ekor sapi terserang PMK. Sedangkan, 6 ekor sapi perah di antaranya mati dan puluhan ekor terpaksa dipotong sebelum mati.

Salim sendiri sebelumnya memiliki 36 ekor sapi, namun karena terpapar PMK dia menjual 12 ekor sapi miliknya.

"Awalnya ada 36 ekor, saya jual 1 ekor jumbo Rp40 juta, yang 12 laku Rp9 jutaan. Itu jual kondisi sakit. Kemarin sudah ambruk di jalan panansnya terlalu tinggi," ujarnya.

Sementara itu Kecamatan Senduro, Lumajang sebagai sentra produksi susu sapi sebulan terakhir terpuruk karena produksi susu sapi terus anjlok akibat serangan wabah PMK.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Bahkan, produksi susu sapi turun 6 ton per hari. Penyebabnya, banyak sapi perah yang terserang wabah PMK dan tidak menghasilkan susu.

Kondisi ini membuat ratusan peternak di Kecamatan Senduro terlilit utang bank dan tak mampu membayar cicilan modal.

Oleh karena itu, Ketua DPPRD Lumajang Anang Akhmad Syaifuddin meminta agar bank himbara dan juga koperasi yang memeberikan pinjaman modal ke peternak sapi untuk memberikan kelonggaran pembayaran angsuran.

"Saya harap semua bank dan koperasi yang mengintervensi pendanaan tehadap peternak terdampak ini menunda angsurannya, ada relaksasi terutama himbara. Saya harap pemerintah betul-betul cepat tangani PMK," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini