Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dari Bambu Runcing Hingga Rencong, Senjata Rakyat Usir Kolonialisme di Indonesia

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Minggu, 29 Mei 2022 |18:57 WIB
Dari Bambu Runcing Hingga Rencong, Senjata Rakyat Usir Kolonialisme di Indonesia
Senjata tradisional Aceh, rencong/ Foto: Wikipedia
A
A
A

Saat melawan penjajah, rakyat Indonesia tidak memiliki persenjataan yang mumpuni. Sementara, musuh yang dihadapi rakyat menggunakan sederet persenjataan canggih, seperti senjata api.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak meruntuhkan semangat juang rakyat dalam melawan penjajah. Berbekal kemampuan dan alat yang ada di sekitar, rakyat Indonesia menggempur penjajah.

Berikut senjata tradisional yang digunakan rakyat dalam perang melawan penjajah:

Golok

Seperti yang kita ketahui, golok digunakan oleh Kapiten Pattimura dan si Pitung dalam melawan penjajah. Senjata tradisional ini digunakan untuk pertarungan jarak pendek saat melawan penjajah.

Berasal dari Betawi, fungsi golok hingga kini tidak berubah di masyarakat Betawi, yakni masih digunakan sebagai alat bela diri. Golok sangat berperan dalam mencegah VOC merampas tanah rakyat yang tak sanggup membayar upeti atau pajak.

Peristiwa ini terjadi di beberapa lokasi, misalnya di Condet pada tahun 1916. Golok terbuat dari kayu keras pada gagangnya, serta besi atau baja yang sangat tajam di bagian bilah.

Saat ini golok terbagi ke dalam dua jenis, yaitu golok kerja atau golok dapur yang digunakan untuk aktivitas rumah tangga dan golok simpanan (simpenan) yang biasa untuk penyembelihan hewan atau diselipkan di pinggang pria Betawi dengan tujuan untuk berjaga-jaga.

Belati

Ketajaman belati tidak perlu diragukan lagi. Senjata tradisional ini digunakan oleh para pejuang untuk melawan penjajah. Belati menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Betawi dan Papua.

Di Papua, belati terbuat dari tulang burung kasuari yang diruncingkan bagian ujungnya dan dihiasi dengan bulu burung kasuari di gagangnya. Warga menggunakan belati untuk berburu.

Sementara di masyarakat Betawi, belati terbuat daro besi dan dilengkapi dengan sarung. Biasanya digunakan oleh para pejuang sebagai senjata lempar atau senjata jarak jauh.

Oleh karena itu, para jawara yang menggunakannya harus memperhatikan jarak dan posisi lawan agar tepat sasaran.

Parang

Parang menjadi salah satu senjata yang banyak digunakan di berbagai wilayah Indonesia. Bentuknya menyerupai golok, namun ukurannya jauh lebih besar. Parang banyak digunakan untuk membantu petani dalam melakukan aktivitas di sawah.

Senjata ini juga menjadi andalan rakyat saat melawan penjajag. Tangkai parang terbuat dari kayu nangka dan diikat oleh besi agar tidak mudah copot. Pangkalnya memiliki lebar 3 cm, sedangkan tangkainya berdiameter 2,5 cm.

Keris

Keris merupakan senjata khas dari Jawa Tengah. Namun, wilayah lain di Indonesia juga memiliki keris, seperti di Bali. Gagang keris memiliki ukiran dan bentuk matanya meliuk-liuk. Bentuk ini bukanlah hal yang tidak memiliki fungsi.

Keris digunakan sebagai alat tusuk karena ciri khas bentuknya yang dapat merobek isian tubuh saat keris menancap. Dahulu keris merupakan senjata rakyat dalam berjuang mengusir penjajah.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement