Share

Melarikan Diri dari Bom Rusia, Jurnalis Prancis Ditembak Mati di Ukraina

Susi Susanti, Okezone · Selasa 31 Mei 2022 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 31 18 2603111 melarikan-diri-dari-bom-rusia-jurnalis-prancis-ditembak-mati-di-ukraina-iz9C9bXOZj.jpg Jurnalis Prancis ditembak mati di Ukraina (Foto: BFM TV)

PRANCIS - Menurut Presiden Prancis Emmanuel Macron seorang jurnalis Prancis telah ditembak dan dibunuh di Ukraina.

“Wartawan Frederic Leclerc-Imhoff berada di Ukraina untuk menunjukkan realitas perang. Di atas bus kemanusiaan, bersama warga sipil yang terpaksa melarikan diri dari bom Rusia, dia ditembak mati,” cuit Macron, Senin (30/5/2022).

"Saya berbagi kesedihan dengan keluarga, teman, dan kolega Frederic Leclerc-Imhoff, kepada siapa saya menyampaikan belasungkawa. Kepada mereka yang menjalankan misi sulit menyediakan informasi di ruang operasi, saya ingin menegaskan kembali dukungan tanpa syarat Prancis," lanjutnya.

Menteri Luar Negeri Prancis Catherine Colonna mengatakan dia telah berbicara dengan gubernur Luhansk dan meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menyelidikinya.

Baca juga: Jurnalis AS Tewas Terbunuh di Ukraina

"Ini adalah kejahatan ganda, menargetkan konvoi kemanusiaan dan seorang jurnalis," katanya.

Leclerc-Imhoff, 32, bekerja untuk afiliasi CNN BFM TV. Kantor itu merilis pernyataan yang mengatakan stafnya "sangat sedih" dengan kematiannya, menambahkan bahwa dia terbunuh di jalan menuju Lyssychansk di wilayah Severodonetsk di Ukraina.

Baca juga: Pertempuran Sengit Pecah di Sievierodonetsk, Pasukan Ukraina Mati-matian Hadapi Serangan Rusia

"Dia menjadi korban tembakan peluru, saat dia mengikuti operasi kemanusiaan dengan kendaraan lapis baja, Senin (30/5/2022) ini. Dia ditemani oleh rekannya Maxime Brandstaetter, yang terluka ringan dalam serangan ini, dan "fixer" mereka Oksana Leuta, yang tidak terkena," bunyi pernyataan itu.

Leclerc-Imhoff telah bekerja untuk BFM TV selama enam tahun dan sedang dalam perjalanan keduanya ke Ukraina sejak dimulainya invasi Rusia.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

"Grup Media Altice dan staf editorial BFMTV berbagi kesedihan dengan keluarga dan teman-temannya," bunyi pernyataan itu.

"Peristiwa tragis ini mengingatkan kita akan bahaya yang dihadapi oleh semua jurnalis yang telah mempertaruhkan hidup mereka untuk melaporkan konflik ini selama lebih dari tiga bulan sekarang,” lanjutnya.

Ini bukan pertama kalinya seorang jurnalis terbunuh saat meliput invasi Rusia ke Ukraina.

Pada awal Maret lalu, seorang operator kamera Ukraina, Yevhenii Sakun, dilaporkan tewas ketika menara TV Kyiv ditembaki.

Kemudian pada 13 Maret lalu, jurnalis Amerika Serikat (AS) pemenang penghargaan Brent Renaud dibunuh oleh pasukan Rusia di kota Irpin, Ukraina. menurut polisi di Kyiv, jrnalis Amerika lainnya, Juan Arredondo, terluka.

Dan keesokan harinya jurnalis Fox News Pierre Zakrzewski, seorang jurnalis foto perang berusia 55 tahun, dan Oleksandra "Sasha" Kuvshynova, seorang jurnalis Ukraina berusia 24 tahun yang bekerja sebagai konsultan untuk jaringan tersebut, terbunuh di dekat Kyiv.

Koresponden Fox News Benjamin Hall juga terluka parah dalam serangan itu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini