Share

Khofifah Proyeksikan Pemotongan 432.845 Ekor Hewan Kurban pada Idul Adha 2022

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 31 Mei 2022 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 31 519 2603143 khofifah-proyeksikan-pemotongan-432-845-ekor-hewan-kurban-pada-idul-adha-2022-UrV6UxP9cI.png Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Avirista M)

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memastikan ketersediaan hewan kurban di Jatim dalam posisi aman. Pernyataan itu disampaikannya jelang Idul Adha atau Hari Raya Kurban Tahun 2022.

Pemprov Jatim mencatat, ketersediaan ternak siap potong di Jatim tahun 2022 sebanyak 1,2 juta ekor. Untuk sapi dari populasi 5,2 juta ekor sapi (sapi potong dan sapi perah), terdapat ketersediaan 441.371 ekor sapi siap potong dan potensi hewan ternak kurban sebanyak 108.136 ekor.

Untuk kambing dari populasi 4,3 juta ekor kambing terdapat ketersediaan 659.270 ekor kambing siap potong dan potensi menjadi ternak kurban 161.521 ekor. Sedangkan untuk domba dari populasi 1,4 juta ekor domba terdapat ketersediaan 490.878 ekor domba siap potong dan potensi menjadi ternak kurban 120.265 ekor.

Baca juga: Khofifah dan Emil Dardak Doakan Putra Ridwan Kamil Segera Ditemukan

Jika dibandingkan dengan pemotongan hewan kurban di Jatim, pada tahun 2021 total pemotongan ternak kurban sebanyak 396.491 ekor. Rinciannya, sapi sebanyak 70.961 ekor, kambing sebanyak 276.987 ekor, dan domba sebanyak 48.531 ekor.

"Kami memproyeksikan pemotongan hewan kurban di Jatim tahun 2022 sebanyak 432.845 ekor, dengan rincian sapi sebanyak 87.965 ekor, kambing sebanyak 296.349 ekor, dan domba sebanyak 48.531 ekor," kata Khofifah, Selasa (31/5/2022).

Terkait kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menginfeksi ribuan sapi di Jatim, Khofifah telah meminta para bupati dan wali kota se-Jatim untuk segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) pembentukan Satuan Tugas (Satgas) penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayahnya masing-masing. Satgas ini nantinya gabungan baik dari jajaran TNI, Polri, maupun instansi terkait.

“Bupati dan wali kota, mohon segera mengeluarkan SK pembentukan Satgas PMK ini berkoordinasi denga Dandim dan Kapolres. Terutama di titik-titik pengumpulan hewan kurban. Sehingga hari ini harus lebih restriktif tempat di mana masyarakat bisa mengakses hewan kurban,” katanya.

Selain membentuk satgas di kabupaten dan kota, Khofifah juga meminta para bupati maupun wali kota untuk menyiapkan anggaran pengadaan obat-obatan, sarana pendukung pengendalian dan operasional petugas vaksinasi PMK. Serta melakukan pemetaan status bebas, tertular dan terduga berdasarkan kecamatan atau desa.

“Kemudian melakukan pendataan jumlah hewan rentan PMK berbasis desa. Ini untuk kesiapan vaksinasi serta penyiapan SDM meliputi dokter hewan di Jatim sebanyak 950 orang dan paramedis veteriner sebanyak 1.500 orang. Ini untuk pelaksanaan pengobatan dan vaksinasi masal,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini