JAKARTA - Presiden pertama RI Soekarno merupakan pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dalam perjuangannnya, Bung Karno kerap diasingkan karena dianggap berbahaya dalam gagasannya, terutama bagi kolonial pemerintahan Hindia Belanda.
Setidaknya ada sejumlah tempat yang menjadi pengasingan bagi Bung Karno. Dirangkum dari berbagai sumber, Bung Karno pernah diasingkan di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bung Karno menjadi tahanan politik Belanda di kota tersebut selama 4 tahun pada 1934. Rumah pengasingan Bung Karno terletak di pesisir selatan, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Selama pengasingan, Bung Karno dijaga ketat oleh Belanda. Namun, tak mengurungkan semangat perjuangannya. Di tempat tersebut menjadi saksi pemikiran Bung Karno membuat sila-sila bangsa Indonesia.
Bahkan, patung Bung Karno yang merenung di bawah pohon sukun menjadi potret sejarah sang proklamator, kini dikenal sebagai Taman Perenungan Bung Karno.
Bung Karno juga pernah diasingkan di Penjara Banceuy, Bandung, Jawa Barat. Dia selama 8 bulan ditempatkan di sel selebar 1,5 meter yang kumuh dan gelap.
Dilarang menerima surat dan tamu. Bung Karno dibui setelah sebelumnya ditangkap bersama 3 rekannya dari Partai Nasionalis Indonesia (PNI), yakni Maskoen, Soepriadinata dan Gatot Mangkoepradja di Yogyakarta.