Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Otak Manusia Disebut Lebih Besar 3.000 Tahun yang Lalu, Apa Penyebab Menyusutnya?

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Kamis, 02 Juni 2022 |11:14 WIB
Otak Manusia Disebut Lebih Besar 3.000 Tahun yang Lalu, Apa Penyebab Menyusutnya?
Otak manusia/Science Photo Library
A
A
A

Satu studi menemukan bahwa burung yang mendiami pulau-pulau oseanik, dan karena itu harus beradaptasi dengan wilayah baru yang tidak dapat diprediksi, memiliki otak yang lebih besar daripada rekan-rekan mereka yang hidup di daratan.

Bagaimanapun, sekarang sudah jelas bahwa Anda tidak bisa sekadar mengukur ukuran otak suatu hewan, membandingkannya dengan ukuran tubuhnya, dan menyimpulkan seberapa cerdas hewan itu. Ukuran hanyalah satu bagian dari puzzle.

Memangnya mana yang lebih cerdas, berpikir - atau bertahan hidup? Manusia suka berpikir dan merenung namun, seperti kata Goswami, kemampuan kita dalam membuat rencana tampak sangat buruk ketika Anda mempertimbangkan kesulitan kita saat ini dalam mengatasi masalah eksistensial jangka panjang, seperti krisis iklim.

Cox menekankan hal lain: "Ada banyak hal dalam hidup daripada memiliki skor umum kemampuan kognitif yang lebih tinggi, atau IQ yang lebih tinggi."

Ini hampir membuat Anda berharap otak Anda lebih kecil.

(Natalia Bulan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement