Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Profil Gafur Chaliq, Perintis Pasukan 'Hantu Laut' Denjaka yang Miliki Kemampuan 120 Prajurit TNI

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Senin, 06 Juni 2022 |13:57 WIB
Profil Gafur Chaliq, Perintis Pasukan 'Hantu Laut' Denjaka yang Miliki Kemampuan 120 Prajurit TNI
Prajurit Denjaka/ TNI AL
A
A
A

JAKARTA - Korps Marinir TNI-AL kembali kehilangan prajurit terbaiknya. Adalah penggagas sekaligus Komandan pertama pasukan khusus Detasemen Jala Mengkara (Denjaka) Korps Marinir, Mayjen TNI Mar (Purn) Gafur Chaliq yang tutup usia pada hari ini, Senin (6/6/2022).

(Baca juga: Mengenal Gafur Chaliq, Perintis Pasukan 'Hantu Laut' Denjaka)

Kabar meninggalnya Mayjen TNI Mar (Purn) Gafur Chaliq disiarkan oleh Kadispenal Laksma TNI, Julius Widjojono. Berdasarkan informasi yang diterima Okezone, Gafur Chaliq meninggal dunia karena sakit dan dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD) RS UKI, Cawang, Jakarta Timur.

"Melaporkan berita duka, telah meninggal dunia Mayjen TNI Mar (Purn) Gafur Chaliq karena sakit di UGD RS UKI Jakarta Timur pada hari Senin tanggal 6 Juni 2022 Pukul 09.23 WIB," mengutip informasi dari Kadispenal Laksma TNI, Julius Widjojono.

ist

(Baca juga: Penggagas Pasukan Khusus Marinir 'Denjaka' Gafur Chaliq Meninggal Dunia)

Semasa hidupnya, Alumni Akademi Angkatan Laut angkatan XI (1961-1965) ini memiliki karier yang cukup moncer. Mulai dari Danyontaifib 1/Marinir (1982-1983), Danyonif 4/Marinir pada 1984 dan Danbrigif 1/Marinir (1989-1990). Dia juga pernah menjabat Danmentar, Dansatmar Armatim, Wagub AAL, Dankormar (1992-1994),

Koorsahli Kasal (1994-1994) dan Irjenal (1994-1996). Pada 1996, dia menjadi Tenaga Ahli Pangab Tk III Bidang Kesra dan selanjutnya menjadi Pati Mabes TNI AL dalam rangka purnatugas.

Gafur Chaliq juga pernah menjadi komandan Pasusla pada 1982-1983. Saat itu, Denjaka yang masih bernama Pasusla (Pasukan Khusus Angkatan Laut), dibentuk karena desakan kebutuhan pasukan khusus TNI AL untuk menanggulangi segala bentuk ancaman aspek laut, seperti terorisme, sabotase dan ancaman lainnya.

Pasukan yang memiliki julukan hantu laut ini bertanggung jawab dalam pembinaan kemampuan dan kekuatan untuk operasi antiteror, antisabotase, hingga klendestin aspek laut. Pada tahap pertama pembentukan Denjaka, sebanyak 70 personel direkrut dari Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska). Komando dan pengendalian pembinaan Denjaka di bawah Panglima Armada Barat dengan asistensi Komandan Korps Marinir.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement