Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Negara Ini Larang Sampah Plastik, Salah Satunya Negara Komunis

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Rabu, 08 Juni 2022 |05:06 WIB
5 Negara Ini Larang Sampah Plastik, Salah Satunya Negara Komunis
Ilustrasi sampah plastik (Foto: The Guardian)
A
A
A

JAKARTA - Sampah plastik menjadi isu yang masih jadi topik perbincangan saat ini. Hal ini karena sampah plastik merupakan salah satu ancaman besar bagi lingkungan. Plastik yang terurai ini tidak hanya mencemari tanah, tetapi juga mengancam kelestarian laut. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan, saat ini dunia memproduksi 400 miliar ton sampah plastik setiap tahun.

Sebanyak 85 persen sampah laut berasal dari sampah plastik. PBB memprediksi angka ini akan terus naik, hingga pada  2040 akan naik hampir tiga kali lipat, di mana 23-27 juta metrik ton sampah dibuang ke laut per tahun, yang berarti 50 kilogram plastik per meter di sepanjang garis pantai.

Oleh karena itu, organisasi internasional seperti PBB, Bank Dunia, dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menyerukan pengendalian penggunaan plastik sekali pakai. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan pajak atau cukai. Akhirnya banyak negara yang mulai menerapkan berbagai kebijakan pengendalian plastik, di antaranya melarang penggunaan plastik sekali pakai. Berikut ini negara-negara yang melarang sampah plastik.

Baca juga:  Sampah Plastik, Ancaman Serius Ekosistem Laut dan Kesehatan Publik

1. China

Menurut Basis Data Perdagangan Komoditas PBB, sejak 1988, China merupakan negara yang menyumbang lebih dari 45 persen sampah dunia. Oleh karena itu, berdasarkan China Retail News, sejak bulan Juni 2008 China mengenakan sanksi berupa denda 10.000 yuan kepada usaha ritel yang menyediakan kantong plastik tipis, yang ketebalannya kurang dari 0,025. Pemerintah China juga mulai melarang impor plastik sekali pakai untuk didaur ulang di pabrik yang ada di negara tersebut pada  2017.

Baca juga: Ini Bahaya Sampah Plastik bagi Kesehatan Manusia

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement