Share

Tewaskan 4 Orang, Sopir Angkot Terobos Pintu Kereta Dituntut 16 Tahun Penjara

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Rabu 08 Juni 2022 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 08 608 2607699 tewaskan-4-orang-sopir-angkot-terobos-pintu-kereta-dituntut-16-tahun-penjara-iYr9XFmJky.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

MEDAN - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Medan menuntut Karto Manalu (40) hukuman 16 tahun penjara. Manalu adalah sopir angkot yang menewaskan empat orang penumpang pasca-aksinya menerobos palang pintu perlintasan kereta api di Sekip, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, pada Sabtu, 4 Desember 2021 lalu.

Tuntutan terhadap Karto Manalu telah dibacakan Ramboo Loly Sinurat, JPU dari Kejari Medan pada persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Oloan Silalahi, di Ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri Medan, Selasa 7 Juni 2022.

"Iya kita sudah sampaikan tuntutannya kemarin. Kita jerat yang bersangkutan dengan Pasal berlapis. Tuntutannya 16 tahun penjara ditambah pencabutan Surat Izin Mengemudi (SIM)," kata Singkat, Rabu (8/6/2022).

BACA JUGA:Ngaku Istri Jenderal, Wanita Ini Caci Maki Pemotor Usai Terlibat Kecelakaan di Sidoarjo 

Sinurat menjelaskan, tuntutan yang mereka sampaikan sesuai dengan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan. Terdakwa Karto Manalu, kata Sinurat, telah memenuhi unsur dakwaan kombinasi kesatu ketiga, Pasal 311 Ayat (4), (5) UU Nomor (22) Tahun 2006 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dan kedua, Pasal 127 Ayat (1) Huruf A UU Nomor 35 Tahun 2001 tentang Narkotika.

“Yakni dengan sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan yang mengakibatkan korban luka berat dan meninggal dunia. Dan menyalahgunakan narkotika bagi diri sendiri,” ujarnya.

BACA JUGA:Kecelakaan Maut Mobil Travel vs Truk di Tol Cipularang, 3 Orang Tewas 

Hal memberatkan, perbuatan terdakwa mengakibatkan korban mengalami luka berat dan meninggal dunia. Serta meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban yang meninggal dunia maupun yang luka-luka. Sedangkan keadaan meringankan, karena terdakwa sopan selama persidangan.

“Bahwa perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat terutama penumpang maupun pengguna jalan lainnya. Perbuatan terdakwa mengakibatkan korban maupun masyarakat trauma untuk menaiki angkutan umum. Perbuatan terdakwa menghalangi program pemerintah yang giat-giatnya menertibkan lalu lintas dan memberantas peredaran gelap narkotika. Antara terdakwa dan keluarga korban belum ada perdamaian," pungkasnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Sebelumnya, dalam dakwaan JPU, Karto Manalu yang merupakan warga Dusun XIV Bangun Sari Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, merupakan sopir angkutan kota (angkot) Mini Wampu dengan trayek 123.

Hari itu di tengah aktivitasnya mencari penumpang, Karto sempat singgah untuk minum di warung tuak. Dalam kondisi di bawah pengaruh minuman keras itu, ia kemudian melanjutkan aktifitasnya mencari penumpang.

Setibanya di lokasi kejadian, Karto yang kala itu membawa 6 penumpang menerobos pintu perlintasan kereta yang sudah diturunkan petugas penjaga perlintasan. Ia menerobos pintu perlintasan karena melihat belum ada kereta yang akan melintas.

Namun, saat ia melewati perlintasan, tiba-tiba kereta datang menghantam angkot yang dibawanya. Akibatnya, para penumpang terhempas keluar dari angkot, sedangkan Karto berhasil keluar sesaat sebelum angkotnya dihantam kereta.

Sebanyak 4 orang penumpang tewas dalam insiden tersebut. Karto pun diamankan warga dan diserahkan ke Polisi. Peristiwa itu pun sempat viral setelah warga yang merekam video detik-detik kejadian kecelakaan itu diunggah ke media sosial.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini