Share

Dukung Pengembangan Food Estate, Kementan Realisasikan Program Ekstensifikasi Lahan di Kalimantan

Agustina Wulandari , Okezone · Kamis 09 Juni 2022 21:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 09 1 2608904 dukung-pengembangan-food-estate-kementan-realisasikan-program-ekstensifikasi-lahan-di-kalimantan-QAN2awoxx2.jpg Ilustrasi. (Foto: okezone.com/Kementan)

KALIMANTAN - Kementerian Pertanian (Kementan) merealisasikan program ekstensifikasi lahan untuk dua Kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah seluas 16.643,66 hektare pada Kabupaten Kapuas seluas 12.769,27 hektare dan Kabupaten Pulang Pisau seluas 3.874,39 hektare. Penerima manfaat program ini yaitu Kelompok Tani di Kabupaten Kapuas sebanyak 238 Kelompok dan Kabupaten Pulang Pisau sebanyak 83 kelompok.

Ekstensifikasi lahan digulirkan guna mendukung program Food Estate. Tujuannya untuk menambah luas lahan sawah untuk skala luas dalam mendukung pengembangan Food Estate. Tak hanya itu, program ini juga didorong untuk menghasilkan produksi, utamanya padi pada areal ekstensifikasi lahan sawah.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan, Food Estate merupakan program ketahanan pangan nasional. Tujuannya menyediakan pangan untuk seluruh rakyat Indonesia.

"Salah satu hal yang mesti diperhatikan adalah produktivitas pertanian. Untuk mendorong produktivitas, salah satunya melalui program ekstensifikasi lahan. Kita terus menambah luasan areal persawahan kita," ujarnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil menjelaskan, kegiatan ekstensifikasi lahan sawah pada 2022 dilakukan pada lokasi-lokasi yang berpotensi secara bertahap dapat ditanami dengan Indeks Pertanaman dua kali dalam dua musim tanam.

"Lahan yang ditetapkan sebagai calon lokasi ekstensifikasi lahan sawah harus memenuhi persyaratan tersedianya hasil Survey Investigasi dan Desain (SID) sesuai dengan kriteria yang telah di tentukan (lahan clear and clean)," ucapnya.

"Ekstensifikasi lahan sawah dimanfaatkan untuk mendukung program pengembangan food estate," tuturnya

Ia optimistis program ekstensifikasi lahan merupakan jawaban untuk ketersediaan ketahanan pangan Indonesia di masa depan, di tengah pertumbuhan penduduk yang semakin cepat, sementara lahan pertanian makin terpinggirkan keberadaannya.

*"Ekstensifikasi lahan adalah penyediaan lahan baru, sebagai upaya untuk peningkatan produksi pangan," ujarnya.

Ekstensifikasi lahan ini, dikatakan Ali, dilakukan untuk memperkuat dan meningkatkan produktivitas pertanian dalam rangka ketahanan pangan. Selain itu, untuk ekstensifikasi lahan akan ada program cetak sawah baru yang untuk meningkatkan produksi pangan.

Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan Ditjen PSP Kementan Erwin Noorwibowo mengatakan, perbaikan sarana dan prasarana merupakan salah satu fokus program ekstensifikasi lahan melalui cetak sawah baru.

Erwin menambahkan, dalam pencapaian keberhasilan program perlu dilakukan sinergitas antar semua pihak, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik sehingga tujuan utama dalam menyediakan stok pangan nasional dapat terwujud.

“Melalui kegiatan ekstensifikasi lahan ini harapannya sawah bisa ditanami sepanjang tahun sebanyak dua kali, bahkan lebih dan luas baku lahan sawah dapat terus bertambah untuk menjaga produksi pangan," ucapnya.

Adapun pekerjaan konstruksi ekstensifikasi lahan sawah antara lain land clearing, land leveling, pembuatan pematang, pembuatan jaringan irigasi, jalan usaha tani, pengolahan lahan dan infrastruktur lainnya.

CM

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

(Wul)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini