Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ungkap Sindiran Pedas, Politisi Israel Berharap Warga Palestina Lenyap dari Negara Yahudi

Susi Susanti , Jurnalis-Kamis, 16 Juni 2022 |11:19 WIB
Ungkap Sindiran Pedas, Politisi Israel Berharap Warga Palestina Lenyap dari Negara Yahudi
Politisi Israel berharap warga Palestina lenyap dari negara Yahudi (Foot: AP)
A
A
A

PALESTINA - Seorang anggota partai politik berkuasa Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett, Matan Kahana telah menimbulkan kegemparan karena menyuarakan dengan lantang bahwa dia bisa membuat semua orang Arab Palestina lenyap dari negara Yahudi.

“Jika ada semacam tombol yang dapat Anda tekan yang akan membuat semua orang Arab menghilang, mengirim mereka dengan kereta ekspres ke Swiss, saya akan menekan tombol itu,” kata anggota Knesset pada Senin (13/6/2022) dalam sambutannya kepada sekelompok siswa SMA di Tepi Barat.

Kahana, anggota partai nasionalis Yamina Bennett yang menjabat sebagai wakil menteri layanan agama, tampaknya menegaskan bahwa terlepas dari perbedaan mereka, orang Israel dan Palestina tidak punya pilihan selain menemukan cara untuk hidup berdampingan.

Baca juga: Laporan PBB: Pendudukan Abadi Israel di Wilayah Palestina, Akar Terjadinya Kekerasan

"Tapi apa yang bisa kamu lakukan?" ujarnya.

“Tidak ada tombol seperti itu. Oleh karena itu sepertinya kita ditakdirkan untuk ada [bersama] di tanah ini dalam beberapa cara,” lanjutnya.

 Baca juga: Hakim Israel Putuskan Orang-Orang Yahudi Boleh Berdoa di Kompleks Masjid Al-Aqsa, Picu Kontroversi

Kahana menambahkan bahwa solusi dua negara yang diusulkan tidak akan membawa perdamaian.

“Orang-orang Arab menceritakan kisah yang berbeda pada diri mereka sendiri,” katanya kepada para siswa.

“Mereka mengatakan pada diri mereka sendiri bahwa merekalah yang selalu tinggal di sini dan kami datang dan mengusir mereka,” ujarnya.

Komentar anggota parlemen itu terekam dalam video, dan rekaman itu diekspos pada Selasa (14/6/2022) oleh penyiar publik Israel Kann. Kahana membuat pernyataannya pada ulang tahun pertama Bennett meraih kekuasaan dengan bersekutu Yamina dengan tujuh partai lain.

Ungkapan ini langsung memicu kemaran dan kecaman dari para politis lainnya. Anggota partai Daftar Arab Bersatu (Ra'am), mitra koalisi yang berkuasa, termasuk di antara mereka yang marah dengan video Kahana. “Matan Kahana, kami di sini karena ini adalah tanah air kami,” kata anggota parlemen Ra'am Walid Taha.

“Kamu, dan mereka yang berpikir sepertimu, akan terus menanggung rasa frustrasimu karena kami tidak akan menghilang begitu saja,” lanjutnya.

Anggota koalisi lainnya, Eli Avidar dari partai konservatif Yisrael Beytenu, menyebut pernyataan Kahana sebagai pernyataan yang menyedihkan.

“Sayang sekali itu dikatakan,” ujarnya.

“Orang-orang Arab adalah warga negara Israel, dan mereka di sini untuk tinggal. Apa yang harus kita singkirkan adalah komentar dan opini fanatik,” lanjutnya.

Sementara itu, Kahana menanggapi kegemparan di Twitter dengan mengatakan beberapa komentarnya kepada para siswa “dikatakan dengan buruk.”

Diketahui, koalisi yang berkuasa di Israel adalah yang paling beragam dalam sejarah Israel, menyatukan anggota parlemen dari seluruh spektrum politik, termasuk orang Arab Israel. Usaha itu disebut-sebut sebagai simbol kerja sama antara segmen masyarakat yang belum mampu berdamai, lebih dari 70 tahun setelah berdirinya Israel. Bahkan, Kahana sendiri menyebut koalisi tersebut sebagai “langkah berani” menuju hidup berdampingan secara damai.

Namun, eksperimen dalam kerja sama itu tampaknya mulai terurai pada Senin (13/6/2022), karena anggota Knesset dan sekutu lama Bennett Nir Orbach menjadi anggota Yamina terbaru yang mundur dari koalisi. Orbach mengatakan blok yang berkuasa tidak dapat terus ada “seperti yang saat ini dipimpin,” menambahkan bahwa mereka disandera oleh “elemen ekstremis, anti-Zionis.”

Kondisi terakhir membuat koalisi kekurangan dua kursi dari mayoritas di parlemen, dan Bennett mengakui pada Senin (13/6/2022) bahwa pemerintahannya bisa runtuh dalam satu atau dua minggu ke depan kecuali para pembelotnya kembali ke barisan. Mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengejek penggantinya, dengan mengatakan, "satu demi satu, mereka meninggalkan kapal yang tenggelam."

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement