Share

Jarang Terungkap, Biden Sebut Warga AS Sangat Down Akibat Pandemi Covid-19

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 17 Juni 2022 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 17 18 2613396 jarang-terungkap-biden-sebut-warga-as-sangat-down-akibat-pandemi-covid-19-ZlE1DLnJBq.jpg Presiden AS Joe Biden (Foto: NBC News)

WASHINGTON - Dalam sebuah wawancara yang jarang terjadi, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan orang AS benar-benar down atau sedih ketika mereka bergulat dengan inflasi yang melonjak setelah dua tahun pandemi Covid-19.

Dia mengatakan kepada Associated Press bahwa kebutuhan akan kesehatan mental di AS terus meroket.

Biden mengatakan dia ingin orang AS percaya diri, karena dirinya juga percaya diri.

"Orang-orang benar-benar sedih," kata Biden kepada kantor berita dalam wawancara setengah jam dari Kantor Oval pada Kamis (16/6/2022).

Baca juga: Penembakan Sadis 21 Orang di SD Texas, Biden Minta Warga AS Berdoa Bersama 

"Mereka benar-benar down. Kebutuhan mereka akan kesehatan mental di Amerika telah meroket karena orang-orang telah melihat semuanya kacau,” lanjutnya.

Baca juga:  Merasa Down, Berikut 4 Tips agar Lebih Optimis

"Semua yang mereka andalkan kecewa. Tetapi sebagian besar adalah konsekuensi dari, dari, apa yang terjadi, apa yang terjadi adalah konsekuensi dari krisis Covid,” ujarnya.

"Orang-orang kehilangan pekerjaan. Orang-orang kehilangan pekerjaan. Lalu, apakah mereka akan kembali bekerja? Sekolah-sekolah ditutup,” ungkapya.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Biden berbicara kepada kantor berita di tengah keluhan dari anggota korps pers Gedung Putih tentang kurangnya akses mereka kepadanya.

Ditanya tentang kemungkinan ekonomi AS jatuh ke dalam resesi, Presiden dari Partai Demokrat itu bersikeras bahwa itu "tidak bisa dihindari".

Dia juga menyebut argumen bahwa paket bantuan virus corona senilai USD1,9 triliun (Rp28.187 triliun) telah memicu inflasi sebagai "aneh".

Biden awalnya mengabaikan peringatan dari para ekonom bahwa pengeluarannya dapat membuat ekonomi terlalu panas, sebelum bersikeras ketika inflasi tiba bahwa itu akan "sementara", hanya untuk mengakui dalam beberapa hari terakhir bahwa kenaikan harga konsumen akan bertahan "untuk sementara".

Bulan lalu, inflasi di AS mencapai 8,6% - salah satu tingkat tertinggi di dunia.

Selama wawancara, AP mengatakan Biden menjadi defensif ketika ditanya tentang masalah ini.

"Jika itu salah Saya, mengapa terjadi di setiap negara industri besar lainnya di dunia bahwa inflasi lebih tinggi? Anda bertanya pada diri sendiri? Saya bukan orang bijak,” ujarnya.

Seorang reporter Fox News menantang sekretaris pers Gedung Putih tentang klaim ini pada Kamis (16/6/2022) , menunjukkan bahwa inflasi saat ini lebih rendah di negara top lainnya seperti Jerman, Prancis, Italia, Jepang, Kanada, dan India.

Diketahui, popularitas Biden telah jatuh saat pemilihan November mendatang yang akan memutuskan partai mana yang mengendalikan Kongres.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini