Share

Ini Jenis Senpi Brimob Yon D Wamena yang Dibawa Kabur Pelaku Pembacokan

Chanry Andrew S, iNews · Sabtu 18 Juni 2022 22:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 18 340 2614041 ini-jenis-senpi-brimob-yon-d-wamena-yang-dibawa-kabur-pelaku-pembacokan-UNYxANCtpj.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

WAMENA - Bripda Diego Rumaropen, anggota Brimob Yon D Wamena harus merenggang nyawa setelah dianiaya dan dibacok orang tidak dikenal (OTK), Sabtu (18/6/2022). Kejadian berlangsung sekitar pukul 15.20 WIT di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Dari informasi awal yang didapatkan, kejadian bermula saat Bripda Diego Rumaropen bersama seorang Perwira Brimob AKP Rustam pergi berburu sapi atas permintaan seorang warga bernama Alex Matuan.

Kejadian berawal saat Danki Brimob Yon D Wamena AKP Rustam, ditelepon saudara Alex Matuan untuk membantunya menembak sapi milik saudara Alex Matuan di daerah Distrik Napua.

Atas permintaan warga tersebut, selanjutnya AKP Rustam mengajak satu anggotanya bernama Bripda Diego Rumaropen pergi ke Napua untuk menembak sapi.

Dari keterangan yang didapatkan, AKP Rustam membawa satu pucuk senjata api Sniper Steyer dan Bripda Diego Rumaropen membawa satu satu pucuk senjata api AK 101.

"Kemudian, AKP Rustam membawa 1 pucuk senpi sniper styer dan mengajak 1 anggotanya Bripda Diego Rumaropen yang membawa satu pucuk senjata api laras panjang AK 101 keduanya menuju Napua Wamena untuk menembak sapi milik Saudara Alex Matuan," demikian informasi yang diterima melalui laporan kejadian.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Setelah sapi milik Alex Matuan ditembak oleh AKP Rustam, kemudian AKP Rustam menitip senjata api yang digunakannya kepada Bripda Diego Rumaropen, di mana AKP Rustam hendak pergi mengecek hasil buruannya. Setelah meninggalkan Bripda Diego Rumaropen sendirian di lokasi kejadian kemudian datang OTK lalu menyerang Bripda Diego Rumaropen.

"Setelah sapi ditembak oleh AKP Rustam, kemudian AKP Rustam menitip senpi Sniper Styee yang digunakan untuk menembak sapi sniper ke Bripda Diego Rumaropen karena mau mengecek sapi yang telah ditembak tersebut. Saat AKP RUSTAM pergi meninggalkan Bripda Diego Rumaropen sendirian di lokasi tempat menembak kemudian datang 2 orang dengan menggunakan parang membacok Bripda Diego Rumaropen hingga meninggal dunia (MD) dan mengambil 2 pucuk senpi dan melarikan diri dari TKP," imbuhnya.

Atas kejadian itu, AKP Rustam kemudian dilaporkan meminta bantuan pasukan Brimob. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Wamena.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri membenarkan adanya kasus perampasan dua pucuk senjata api dan penganiayaan terhadap anggota Brimob Bripda Diego Rumaropen hingga meninggal dunia oleh orang tak dikenal (OTK), di Napua, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Sabtu sekitar pukul 17.00 WIT.

"Perampasan dua pucuk senjata api dan penganiayaan terhadap anggota Brimob hingga meninggal dunia," ujar Kapolda Papua yang dikutip dari Antara.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini