Share

Perselisihan Terkait Upah dan Pekerjaan, Puluhan Ribu Karyawan Kereta Api Inggris Mogok Massal

Susi Susanti, Okezone · Selasa 21 Juni 2022 18:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 18 2615618 perselisihan-terkait-upah-dan-pekerjaan-puluhan-ribu-karyawan-kereta-api-inggris-mogok-massal-mOvNpoRus5.jpg Pekerja kereta api Inggris melakukan mogok kerja (Foto: Antara/Reuters)

LONDON - Puluhan ribu pekerja kereta api di Inggris melakukan pemogokan pada Selasa (21/6/2022), menyusul perselisihan terkait upah dan pekerjaan.

Aksi terbesar sejak 30 tahun lalu itu diperkirakan akan merembet ke sektor lain dalam beberapa bulan ke depan.

Sejak fajar sudah terlihat pita-pita pembatas di lokasi aksi yang akan dipakai oleh sebagian dari 40.000 lebih pekerja kereta api yang berencana mogok kerja pada Selasa (21/6/2022), Kamis (23/6/2022) dan Sabtu (25/6/2022).

Pemogokan membuat jaringan kereta api hanya beroperasi sebagian dan dengan layanan yang sangat terbatas.

Baca juga: Puluhan Pegawai Pabrik di Sukabumi Mogok Kerja Karena Dilarang Pakai Jilbab

Jaringan kereta bawah tanah London Underground juga ditutup akibat aksi itu.

Serikat pekerja mengatakan aksi mogok pekerja kereta api akan menandai awal dari apa yang disebut dengan "musim panas ketidakpuasan".

Baca juga:  Serikat Pekerja Mogok Kerja, Warren Buffett Tak Ikut Campur

Guru, petugas medis, petugas sampah dan bahkan barista berencana melakukan aksi serupa ketika lonjakan harga makanan dan bahan bakar mendorong inflasi menuju angka 10 persen.

"Aksi kami akan berlanjut selama diperlukan," kata Mick Lynch, Sekretaris jenderal Pekerja Kereta Api, Maritim dan Angkutan (RMT), kepada pers, Senin (20/6/2022), dikutip Antara.

Perdana Menteri (PM) Boris Johnson mengatakan aksi kalangan industri akan merusak bisnis selama masa pemulihan akibat pandemi.

Pemerintahannya sedang ditekan untuk berbuat lebih banyak membantu warga Inggris menghadapi hantaman ekonomi terbesar dalam beberapa puluh tahun terakhir di negara itu.

Johnson mengatakan serikat pekerja merugikan orang-orang yang seharusnya mereka bantu.

"Dengan melanjutkan pemogokan kereta api ini, mereka mengusir para komuter yang sangat mendukung pekerjaan karyawan kereta api, juga mempengaruhi bisnis dan masyarakat di seluruh negara ini," kata kantor perdana menteri, mengutip pernyataan Johnson yang akan disampaikan kepada kabinet, Selasa (21/6/2022) waktu setempat.

Ekonomi Inggris sebelumnya mulai pulih dari pandemi Covid-19, tetapi terancam mengalami resesi akibat kekurangan tenaga kerja, gangguan rantai pasokan, inflasi dan kendala perdagangan pasca-Brexit.

Pemerintah mengaku sedang memberikan bantuan ekstra kepada rumah tangga miskin. Namun, mereka juga mengatakan bahwa kenaikan upah di atas angka inflasi akan merusak pondasi ekonomi.

"Tingkat inflasi yang terus meninggi akan jauh lebih berdampak pada penghasilan masyarakat dalam jangka panjang, merusak tabungan dan memperpanjang masa sulit yang sedang kita hadapi," ujar pernyataan pemerintah.

Banyak kalangan membandingkan pemogokan di kalangan industri dengan situasi serupa pada dekade 1970-an ketika Inggris menghadapi aksi mogok kerja di mana-mana, termasuk "musim dingin ketidakpuasan" pada 1978-1979.

Pemogokan pada Selasa (21/6/2022) menyebabkan bandara-bandara Inggris menunda dan membatalkan penerbangan di menit-menit terakhir akibat kekurangan staf.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini