Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Densus 88 Ungkap Peran Teroris di NTB, Ada yang Pernah Rakit Bom

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Selasa, 21 Juni 2022 |13:12 WIB
Densus 88 Ungkap Peran Teroris di NTB, Ada yang Pernah Rakit Bom
Illustrasi (foto: dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap peran dari tiga tersangka teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditangkap di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satunya pernah ikut merakit bom.

Tersangka yang merakit bom ialah SO alias AAF alias U. Ia merupakan residivis tindak pidana terorisme yang ditangkap pada 2013 dan bebas pada 20 Desember 2019.

"Adapun tindak pidana terorisme yang dilakukan ikut merakit bom rakitan (bom lontong) di rumah kontrakan JIPO alias Ibeng di Desa Kalora, Kec Poso, Pesisir Utara," kata Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar saat dikonfirmasi, Selasa (21/6/2022).

 BACA JUGA:Densus 88 Masih Dalami Perbuatan Teror Kelompok Khilafatul Muslimin

Aswin mengatakan, bom lontong itu telah disita penyidik saat melakukan penangkapan tiga pelaku teroris. Yakni JIPO di Kalora pada 31 Oktober 2012 dan Rahmat Hizbullah alias Billy alias Mamat alias Bilal alias Deden dan Muhammad Natsiruddin alias Cecep alias Tegar di desa Bakti Agung, Kecamatan Poso, Pesisir Utara, pada 31 Oktober 2012.​

Aswin melanjutkan SO alias AAF alias U juga ikut merakit bom yang meledak di Pos Polisi Smaker Jalan Tanjungbulu, Kelurahan Kasintuwu, Kecamatan Poso, Kota Utara, Kabupaten Poso pada 22 Oktober 2012.​ Lalu, menyembunyikan informasi keberadaan Santoso yang saat itu masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam peristiwa penembakan anggota Polri di Bank BCA Palu pada 25 Mei 2011.​

 BACA JUGA:Sepak Terjang Abdul Qadir Baraja: Ditahan Kasus Terorisme hingga Dirikan Khilafatul Muslimin

SO juga mengikuti pelatihan militer bersenjata api sebagai peserta pelatihan yang dilaksanakan Santoso alias Abu Wardah alias Komandan alias Pakde. Kegiatan itu dilaksanakan di Gunung Biru, Desa Tamanjeka, Kecamatan Poso Pesisir pada April-Mei 2012.​

"Dan saat (SO) ditangkap karena mulai aktif kembali sebagai pemateri Daulah dan memberi motivasi melalu seri materi tauhid Aman Abdurrahman kepada kelompok teror Bima," ujar Aswin.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement