Absensi kehadiran karyawan atau pegawai dengan sistem kerja shift seringkali menjadi kendala tersendiri bagi HR dalam merekap pergantian shift tersebut. Dengan menggunakan mobile presensi hal ini memudahkan pegawai melakukan pergantian atau pertukaran shift secara mandiri dengan rekan kerjanya.
Mengapa demikian? Karena data pertukaran shift akan langsung otomatis direkam oleh sistem absensi online tersebut. Contoh instansi yang menerapkan kerja sistem shift adalah rumah sakit, bandara, media, retail.
2. Instansi dengan Sistem Remote Working
Kehadiran tak menjadi kendala bagi perusahaan atau instansi yang menerapkan sistem remote working, pasalnya mereka bisa melakukan absensi kehadiran melalui jarak jauh karena perusahaan dapat memantau keberadaan pegawai melalui GPS tracking yang sudah terintegrasi pada sistem mobile presensi tersebut. Contoh instansi atau bisnis yang menerapkan sistem kerja remote working adalah industri media dan startup.
3. Instansi Pendidikan
Mobile Absensi biasanya juga digunakan untuk instansi pendidikan mengingat kampus atau sekolah yang menerapkan pembelajaran jarak jauh ditengah pandemi covid yang melanda Indonesia lalu. Selain video conference mahasiswa atau siswa telah diwajibkan untuk mengisi presensi kehadirannya melalui aplikasi presensi online. Hal ini tak hanya berlaku untuk mahasiswa atau siswa saja, absensi ini juga bisa diberlakukan untuk Guru, staff maupun karyawan sekolah.
Fitur GPS dalam Mobile Absensi
Meskipun sistem pada Absensi Mobile terbilang canggih dan modern hal ini tidak menutup kemungkinan terdapat potensi untuk dicurangi oleh oknum atau karyawan yang tidak bertanggung jawab. Untuk mengatasi masalah tersebut maka saat ini absensi mobile sudah dilengkapi dengan fitur GPS tracking.
Gps tracking adalah untuk menetapkan lokasi absensi dan juga tracking lokasi bagi karyawan yang melakukan perjalanan dinas. Lokasi absensi ini merupakan wilayah yang hanya dapat digunakan untuk melakukan absen secara online.
Dengan adanya fitur GPS ini perusahaan dapat memantau lokasi para karyawannya yang telah melakukan absensi secara akurat dengan real time dan melalui aplikasi absensi mobile, karyawan juga dapat memberikan update lokasi yang jelas dan akurat kepada kantor sehingga perusahaan dapat melihat perjalanan dinas karyawan.
Dengan adanya fitur GPS tracking pada aplikasi absensi mobile ini dapat meminimalisir kecurangan absensi kehadiran yang dilakukan oleh karyawan yang tidak bertanggung jawab. Tanpa adanya fitur GPS dalam penetapan absensi ini karyawan bisa saja melakukan kecurangan dengan mengisi absensi di sembarang tempat.
Hal ini tentu berbeda dengan sistem absensi manual. Jika menggunakan media absensi manual HRD tidak dapat memantau lokasi serta perjalanan karyawan dengan baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa aplikasi absensi mobile sangatlah efektif untuk mengecek lokasi karyawan ketika sedang di perjalanan dinas.