Share

Sempat Dinyatakan Hilang di Gunung Bromo, Begini Kondisi Roni Setibanya di Rumah

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 22 Juni 2022 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 519 2616089 sempat-dinyatakan-hilang-di-gunung-bromo-begini-kondisi-roni-setibanya-di-rumah-CRRK6Gl2JQ.jpg Penemuan wisatawan yang hilang di Bromo/ Foto: BNPB

MALANG - Roni Nur Efendi (20) wisatawan yang sempat dinyatakan hilang di Gunung Bromo akhirnya kembali ke rumahnya. Kepulangan Roni disambut bahagia oleh pihak keluarga di Gang Bugis Barat RT 3 RW 6 Jalan Raya Wendit, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Indahwati Kakak kandung korban mengaku bersyukur sang adik akhirnya kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat dan selamat, setelah dilakukan pencarian hampir tiga hari.

Ia tiba di rumah pada Selasa sore untuk bertemu dengan ibu kandungnya, kemudian oleh pihak keluarga dan warga dilarikan ke Puskesmas Pakis untuk melakukan pengecekan kesehatan.

"Alhamdulillah sudah pulang ke rumah. Kondisinya masih tidak bisa makan karena tenggorokan kering, masih belum banyak cerita. Dibawa ke puskesmas di sana dua jaman, mampir rumah dulu ketemu ibu, baru dibawa ke sana (ke Puskesmas Pakis)," kata Indahwati ditemui di kediamannya, Rabu (22/6/2022).

Ia menambahkan, selama di puskesmas sang adik hanya diberikan alat bantu napas dan dicek kondisi kesehatannya. Setelah itu sang adik diperbolehkan pulang, namun masih dalam pengawasan Puskesmas Pakis untuk perawatan jalan, karena kondisi kesehatannya yang belum sepenuhnya pulih, ditambah dengan psikisnya yang masih terganggu.

Namun secara fisik tak ada luka-luka berarti kendati ia ditemukan di jurang tebing cukup curam dengan kemiringan 65 derajat.

"Lecet saja, luka yang lain nggak ada, luka dalam juga nggak ada, di puskesmas sudah dicek semua, Alhamdulillah nggak ada. Cuma belum bisa makan nasi, karena tenggorokan kering, masih makan bubur, dari puskesmas diminta gitu. Dia juga ada hiperteroid, makanya belum pulih fisiknya," katanya.

Indah bercerita, sebelum sang adik dinyatakan hilang ia sempat berkomunikasi dengan Roni melalui pesan WhatsApp pada Minggu pagi (19/6/2022) pukul 09.45 WIB.

Saat itu sang adik mengaku sudah terpisah dengan teman - temannya karena ingin segera pulang ke rumah. Tetapi Indah juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada adik terakhirnya dari tiga bersaudara ini.

"Dia masih sadar, masih bisa WA sama saya shareloc, sempat ngasih tahu kondisinya, sempat minta tolong ke orang juga, untuk bantu waktu bilang bensin sudah mau habis. Chat sama saya dengan kondisi sadar, dia mengatakan bahwa aku mari ditinggal sama teman teman sempat kesasar (tersesat nyari jalan pulang)," terangnya.

Dari penjelasan adiknya melalui percakapan pesan WhatsApp, Roni menerangkan sang adik bermaksud pulang ke rumah melalui jalur Tumpang, Kabupaten Malang. Tetapi yang bersangkutan kemudian bingung dan tersesat sehingga memutuskan kembali ke arah Pasuruan, melalui Wonokitri.

"Dia berasumsi harus pulangnya arah balik ke Wonokitri. Waktu perjalanan ke Wonokitri dia sudah agak bingung, jadi dia cari jalan katanya nggak nemu," tuturnya.

Dikarenakan bingung Roni juga sempat meminta tolong kepada saudara iparnya, sang saudara tersebut akhirnya memutuskan mencoba menyusul Roni masuk ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dari arah Malang.

Tetapi, sesampainya di Jabung, perjalanan saudara korban terhenti karena ada material longsor yang memutus akses jalan antara Jabung, Kabupaten Malang, dengan Wonokitri, Pasuruan.

"Akhirnya saya dimintai telepon ke petugas di TNBTS itu saya suruh menghubungi langsung berangkat sore itu juga. Jadi hilang kontak jam 11-an Minggu pagi, jam 10-an masih komunikasi," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan Roni Nur yang berangkat ke Gunung Bromo bersama enam teman yang lain pada Sabtu malam (18/6/2022), sempat dinyatakan hilang. Petugas pun melakukan pencarian sejak Minggu siang hingga akhirnya ditemukan pada Selasa siang sekitar pukul 11.50 WIB.

Saat ditemukan pemuda berusia 20 tahun ini dalam kondisi lemas dan mengalami dehidrasi karena tak makan selama tiga hari. Korban selanjutnya dievakuasi dengan digotong menggunakan tandu oleh tim penyelamat gabungan, menuju pos TNTBS di Wonokitri, Kecamatan Tosari, Pasuruan.

Korban diserahkan ke pihak keluarga dan langsung dibawa pulang ke rumahnya di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini