Share

Penembakan Massal di SD Texas, Kepala Polisi Dinonaktifkan Akibat Lamban Merespon Penembak

Susi Susanti, Okezone · Kamis 23 Juni 2022 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 18 2616573 penembakan-massal-di-sd-texas-kepala-polisi-dinonaktifkan-akibat-lamban-merespon-penembak-Bo04wVBa3c.jpg Kepala polisi yang dituduh lambat merespon penembakan massal di SD Texas dinonaktifkan (Foto: Reuters)

UVALDE - Seorang kepala polisi yang dituduh lambat mespons terhadap penembakan fatal terhadap 19 anak sekolah dan dua guru di Uvalde, Texas, telah  dinonaktifkan.

Pedro "Pete" Arredondo, kepala kepolisian distrik sekolah, dipersalahkan atas keterlambatan penegakan hukum dalam menghadapi pria bersenjata itu.

Membela tindakannya, pria berusia 50 tahun itu mengatakan dia tidak berpikir dia adalah pejabat yang bertanggung jawab saat itu.

Kemarahan publik meningkat ketika rincian lebih lanjut dari serangan 24 Mei lalu muncul ke permukaan.

Anggota parlemen negara bagian sedang menyelidiki mengapa polisi menunggu lebih dari satu jam di luar ruang kelas Sekolah Dasar Robb di mana penyerang telah membarikade dirinya sebelum sebuah tim masuk.

Baca juga: Penembakan Massal di SD Texas, Bangunan Sekolah Akan Dihancurkan

Pengawas distrik sekolah Hal Harrell mengatakan pada Rabu (22/6/2022) bahwa dia telah menempatkan Arredondo pada cuti administratif yang berlaku segera, dengan alasan "kurangnya kejelasan yang tersisa dan waktu yang tidak diketahui kapan saya akan menerima hasil penyelidikan".

Baca juga: Penembakan Massal di SD Texas, Kepala Polisi Membela Diri Tidak Menjadi Penanggung Jawab

Dia mengatakan dia awalnya berencana untuk "menunggu sampai penyelidikan selesai sebelum membuat keputusan personel", tetapi "masih tanpa rincian" tentang apa yang ditemukan dalam penyelidikan.

Arredondo belum berbicara dalam kapasitas publik sejak penembakan bulan lalu.

Dalam sebuah wawancara dengan Texas Tribune awal bulan ini, dia mengatakan dia "mengambil peran sebagai responden garis depan" selama serangan itu dan menganggap pejabat lain telah mengambil kendali atas tanggapan yang lebih luas.

Dia mengatakan petugas di tempat kejadian tidak dapat menemukan kunci untuk membuka pintu kelas sampai 77 menit setelah serangan dimulai.

Tetapi kepala keamanan publik Texas Steven McCraw mengatakan pada Selasa (21/6/2022) bahwa pintu itu tidak dikunci dan tidak ada bukti bahwa petugas mencoba membukanya.

McCraw bersaksi di sidang Senat negara bagian bahwa ada cukup banyak polisi di tempat kejadian untuk menghentikan pria bersenjata itu tiga menit setelah dia memasuki gedung.

Memberi label tanggapan sebagai "kegagalan yang hina", McCraw juga mengatakan bahwa Arredondo telah "memutuskan untuk menempatkan nyawa petugas di atas nyawa anak-anak".

Juga pada Selasa (21/6/2022), Walikota Uvalde Don McLaughlin menuduh otoritas negara bagian secara selektif merilis informasi tentang penembakan itu untuk mengkambinghitamkan penegakan hukum setempat dan mengalihkan pengawasan dari tanggapan negara bagian terhadap serangan itu.

Keputusan untuk mencopot Arredondo sebagai kepala polisi datang di tengah ketidakpastian masa depannya di dewan kota Uvalde.

Baru terpilih menjadi anggota dewan bulan lalu, dan dilantik satu minggu setelah pembantaian di Robb Elementary, dia belum menghadiri rapat dewan dan telah meminta cuti.

Namun dewan dengan suara bulat menolak permintaannya pada pertemuan pada Selasa (21/66/2022) setelah warga yang marah menentang langkah tersebut, beberapa menyerukan pemecatannya.

"Tolong, tolong, kami mohon, singkirkan pria ini dari hidup kami," kata Berlinda Arreola, nenek dari Amerie Jo Garza, 10 tahun, yang terbunuh dalam penembakan itu.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini