Share

Penajam Paser Utara Diterjang Angin Puting Beliung, 1 Warga Terluka

Tim Okezone, Okezone · Rabu 29 Juni 2022 13:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 340 2620337 penajam-paser-utara-diterjang-angin-puting-beliung-1-warga-terluka-rSEuWiSANH.jpg Warga Penajam Puser Utara (foto: dok BNPB)

JAKARTA - Fenomena angin puting beliung terjadi di Desa Api-Api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Selasa 28 Juni 2022. Peristiwa itu menyebabkan seorang warga terluka karena terkena puing bangunan yang rusak diterjang angin.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat ada dua rumah warga mengalami rusak berat dan 8 rumah rusak ringan. Berdasarkan laporan visual, beberapa rumah mengalami kerusakan di bagian atap.

 BACA JUGA:Sejumlah Rumah di Puncak Bogor Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, dalam peristiwa tersebut sedikitnya ada 10 KK/40 jiwa yang terdampak angin puting beliung tersebut.

"Sebagai upaya percepatan penanganan bencana angin puting beliung, pihak BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara bersama unsur TNI, Polri, instansi terkait dan pemerintah desa setempat telah melakukan assesmen di lapangan dan melakukan pembersihan puing rumah terdampak," kata Abdul dalam keterangannya, Rabu (29/6/2022).

 BACA JUGA:Angin Puting Beliung Terjang Takalar Sulsel, 38 Rumah Rusak

Selain itu, sambung dia, potensi hujan sedang hingga lebat dan dapat disertai petir diprakirakan masih dapat terjadi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara hingga Jumat 1 Juli 2022 mendatang, sebagaimana menurut informasi prakiraan cuaca oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Kami mengimbau kepada seluruh pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan," sambungnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Kata dia, upaya mitigasi seperti pemangkasan ranting, batang dan cabang pohon, pemantauan dan penertiban baliho atau papan reklame, penguatan struktur bangunan rumah dan gedung, penataan kembali kabel listrik dan jaringan komunikasi serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat dapat dilakukan secara berkala.

"Di samping itu, untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi lainnya seperti banjir dan tanah longsor, maka upaya mitigasi seperti normalisasi sungai, susur sungai, pembersihan sungai dari sumbatan sampah, sosialisasi kepada masyarakat dan memantau perkembangan cuaca agar dilakukan secara rutin," tuturnya.

Lalu ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lereng tebing dan bantaran sungai agar lebih meningkatkan kewaspadaan.

"Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi lebih dari satu jam, maka diimbau agar evakuasi sementara secara mandiri ke lokasi yang lebih aman," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini