Share

Edarkan Obat Keras, 8 Orang Ditangkap Mulai dari Tukang Parkir hingga Ojek

Erfan Erlin, iNews · Kamis 30 Juni 2022 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 510 2621369 edarkan-obat-keras-8-orang-ditangkap-mulai-dari-tukang-parkir-hingga-ojek-K6F7rCmMMF.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

SLEMAN - Satuan Narkoba Polres Sleman berhasil menangkap delapan orang tersangka karena mengedarkan dan menjual obat keras dan juga psikotropika.

Delapan tersangka antara lain ABPN (29), JL (62), WAST (23), AS (38), YS (27), dan RAA (27) merupakan pengedar obat keras jenis pil Thrihexyphenidyl dan Hexymer. Mereka ada yang jadi tukang parkir dan juga tukang ojek.

Selain pengedar obat keras, jajarannya juga mengamankan satu orang berinisial YL (38) yang merupakan penjual dan pengguna psikotropika jenis Calmet atau Alprazolam. Sementara itu AB (38) ditangkap oleh aparat Sat Resnarkoba Polres Sleman juga menangkap penyalahguna sabu-sabu berinisial AB (38).

"Delapan orang tersebut ditangkap di waktu dan tempat berbeda," ujar Kasat Resnarkoba Polres Sleman, AKP Irwan, Kamis (30/6/2022).

 BACA JUGA: Polisi Gerebek Home Industri Obat Keras Ilegal

Irwan mengatakan, para tersangka tersebut diamankan periode Mei hingga Juni 2022. Mereka menjual obat keras dan psikotropika adalah ekonomi namun ada juga yang mengkonsumsi sendiri obat terlarang tersebut.

Para tersangka mendapatkan pasokan obat dari pasar sendiri dan membeli secara daring. Biasanya mereka mendapatkan penjual dari media sosial seperti facebook. Dan kini pihaknya masih terus mendalami para penjual yang banyak ditemukan di media sosial tersebut.

 BACA JUGA:BPOM: Ivermectin Obat Keras, Jangan Beli Tanpa Resep Dokter!

"Sasaran dari penjualan obat keras dan psikotropika yang dilakukan para tersangka berasal dari beragam kalangan dan usia, mulai itu remaja, pelajar, tukang parkir, pekerja dan lainnya," paparnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Tiga dari delapan tersangka yang ditangkap karena penyalahgunaan obat keras merupakan tukang parkir. Sedangkan satu lainnya, AS, merupakan sopir ojek. Dalam menjalankan aksinya, mereka menggunakan telepon genggam untuk saling berkabar sebelum transaksi.

"Mereka punya langganan, jadi mereka saling berkabar untuk di mana lokasinya, seperti itu," tutur Irwan.

Sasaran yang mereka incar biasanya memang berasal dari masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. Karena obat terlarang tersebut mereka jual dengan harga sekitar Rp30 ribu hingga Rp40 ribu, dijual per 10 butir.

"Kami masih selidiki lebih lanjut apakah hanya pengguna atau juga pengedar, karena barang buktinya besar. Barang bukti yang diamankan sabu seberat 19,77 gram, cukup banyak kalau itu digunakan sendiri," imbuhnya.

Dari penangkapan tersangka, pihaknya menyita ribuan pil trihexyphenidyl dan hexymer. Kepada tersangka disangkakan Pasal 196 UU Kesehatan dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar dan Pasal 197 dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini