Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

'Lubang Biru', Fenomena Langka di Tengah Pemandangan Aurora Borealis yang Spektakuler

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 01 Juli 2022 |15:53 WIB
'Lubang Biru', Fenomena Langka di Tengah Pemandangan Aurora Borealis yang Spektakuler
Lubang biru jadi fenomena langka di tengah pemandangan aurora borealis (Foto: LeMatinal)
A
A
A

Cahaya Utara adalah daya tarik utama Abisko selama bulan-bulan musim dingin, tetapi iklim mikro juga menyediakan peristiwa cuaca spektakuler lainnya, seperti "busur bulan" yang sangat langka, juga dikenal sebagai pelangi bulan dan lingkaran cahaya bulan, yang terjadi ketika cahaya bulan memantul dan dibiaskan melalui tetesan air. dan kristal es di udara sekitar lubang biru.

Namun, bagi Anette Niia dan Ylva Sarri, yang merupakan anggota komunitas masyarakat adat Sámi, Abisko lebih dari sekadar lubang birunya.

Ada sekitar 70.000 anggota komunitas Sámi yang tinggal di Kutub Utara dan bagian subartik di Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Semenanjung Kola di Rusia - wilayah yang secara kolektif dikenal sebagai Sápmi.

Kedua perempuan tersebut telah menghabiskan waktu di Abisko sejak kecil, sebab desa itu juga merupakan daerah penggembalaan rusa bagi keluarga mereka.

Niia menjelaskan bahwa iklim mikro di daerah itu menghasilkan salju yang lebih tipis selama musim dingin, yang berarti musim semi tiba lebih awal di sini - dan karenanya menjadi makanan bagi rusa kutub dan hewan lainnya.

"Lubang biru adalah sesuatu yang dibicarakan oleh perusahaan pariwisata," katanya.

"Bagi kami komunitas Sámi, Abisko spesial karena alasan yang berbeda,” lanjutnya.

Akan tetapi, dia dan Sarri juga memiliki hubungan dengan pariwisata di sini - nenek moyang keluarga mereka adalah pemandu gunung bagi pengunjung mulai awal 1900-an.

Kini, perempuan itu adalah pendiri Skandinavia Sami Photoadventures, yang memimpin beberapa pengalaman luar ruangan di Abisko, termasuk tur Northern Lights.

"Kami sebagai pemandu tahu bahwa ketika kami tiba di sungai Miellejohka, yang mengalir turun dari [lembah] Cuonjavaggi, dan melewatinya, Anda dapat terhindar dari badai salju dan mendapati langit cerah dalam jarak 100 meter," kata Niia.

"Itu magis!",” ujarnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement