Share

Miris, Pemuda Ini Nekat Pasang Cincin di Batang Kemaluannya hingga Berakhir Pilu

Erfan Erlin, iNews · Jum'at 01 Juli 2022 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 510 2621836 miris-pemuda-ini-nekat-pasang-cincin-di-batang-kemaluannya-hingga-berakhir-pilu-CtNqJK1oCM.png Illustrasi (foto: Freepick)

BANTUL - Peristiwa menggelikan terjadi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Seorang pemuda datang sendiran ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS PKU Muhammadiyah Bantul, pada Kamis 30 Juli 2022 malam. Dia meminta petugas IGD untuk melepaskan cincin yang terjebak di pangkal kemaluannya.

Namun naas, petugas IGD tidak mampu melepaskan cincin tersebut dari pangkal kemaluan pemuda yang tidak disebutkan namanya tersebut. Mereka terpaksa menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk membantu mengevakuasi cincin tersebut.

 BACA JUGA:Kisah Pilu Wanita Kembalikan Cincin Tunangan karena Sang Pria Terpikat Janda

Usut punya usut, ternyata pemuda tersebut coba-coba memasang cincin berbahan logam monel ke batang kemaluannya tanpa memikirkan dampak ke depannya. Pemuda asal Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong Bantul ini tak bisa melepaskan cincin tersebut dari batang kemaluannya.

Bahkan sudah dua hari pemuda berusia 21 tahun ini berusaha melepaskan cincin tersebut sendiri. Namun ternyata upayanya terus gagal bahkan membuat kemaluannya membengkak dan mulai infeksi. Hingga akhirnya, pemuda ini datang sendiri ke IGD PKU Muhammadiyah Bantul.

 BACA JUGA:Damkar Kerahkan Tim Bantu Lepas Cincin Tersangkut di Jari Nenek 73 Tahun

Komandan Regu Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantul, WIwin membenarkan pihaknya yang telah membantu mengevakuasi cincin dari kemaluan korban. Mereka mengerahkan 3 orang petugas pemadam kebakaran untuk mengevakuasinya.

Wiwin menuturkan, petugas piket Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantul dihubungi petugas IGD RS PKU Muhammadiyah Bantul. Mereka diminta membantu mengevakuasi cincin yang membelit kemaluan seorang pasien.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Tanpa pikir panjang, mereka kemudian menuju ke RS PKU Muhammadiyah untuk melakukan penanganan. Tiga orang petugas meluncur ke IGD berbekal grinda kecil untuk memotong cincin tersebut. Ketiganya langsung berkomunikasi dengan dokter di IGD unuk mengevakuasi cincin.

"Kita tanya-tanya kondisinya seperti apa," kata Wiwin, Jumat (1/7/2022).

Setelah berkoordinasi, di bawah pengawasan dokter pihaknya kemudian langsung beraksi. Mereka berusaha mengevakuasi cincin dengan memotong salah satu sisi cincin tersebut. Namun meski salah satu sisi sudah berhasil dipotong, tetapi ternyata belum bisa dilepas.

 BACA JUGA:2 Minggu Jari Bengkak Gara-Gara Cincin Tak Bisa Dilepas, Warga Minta Bantuan Damkar

Mereka kemudian memutuskan untuk memotong dua sisi cincin tersebut agar bisa segera dilepas. Butuh waktu sekira 40 menit untuk memotong kedua sisi cincin tersebut. Dan akhirnya tanpa melukai pasien, cincin tersebut berhasil dilepas dari pangkal kemaluan pasien.

"Alhamdulillah bisa dilepas. selama ditangani pasien tersadar," kata dia.

Berdasarkan informasi dari pasien yang ia terima, pemuda tersebut memasang cincin ke kemaluan dua hari yang lalu. Cincin tersebut berhasil masuk dengan mudah ke batang kemaluan bahkan bisa masuk sampai pangkal kemaluan yang bersangkutan.

Naas, saat berusaha melepas kembali cincin tersebut, pemuda ini kesulitan melakukannya. Beberapa upaya telah dilakukan oleh pemuda tersebut mulai dari menggunakan sabun dan alat sederhana, tetapi cincin tak juga bisa dilepas dari pangkal kemaluan pasien.

"Bahkan dua hari dia berusaha melepaskannya tetapi tidak bisa," tambahnya.

Pemuda ini akhirnya berusaha datang sendiri ke IGD RS PKU Muhammadiyah Bantul dengan harapan bisa mendapat pertolongan dengan segera. Pemuda ini datang sendirian karena tidak ada yang mengetahui peristiwa yang menimpanya tersebut, bahkan orangtuanya sekalipun.

Orangtua pasien baru mengetahui peristiwa tersebut ketika petugas IGD RS PKU Muhammadiyah Bantul untuk datang ke ruang IGD memberikan persetujuan anaknya dilakukan tindakan.

"Kemungkinan besar, pasien malu dengan kondisi yang menimpanya," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini