Share

Menhan Prabowo : SDM Unggul Dimulai dari Seleksi Akademik yang Benar

Avirista Midaada, Okezone · Minggu 03 Juli 2022 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 03 519 2622773 menhan-prabowo-sdm-unggul-dimulai-dari-seleksi-akademik-yang-benar-0SB4E58OY3.jpg Menhan Prabowo saat di Universitas Brawijaya (foto: dok Menhan)

MALANG - Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Prabowo Subianto menekankan pentingnya kepemimpinan nasional yang unggul. Hal itu agar dapat membangun ketahanan nasional yang baik.

Menurut Prabowo, ketahanan nasional yang baik berawal dari salah satunya adalah aparatur SDM yang unggul dan berkualitas.

"SDM unggul dimulai dari seleksinya yang benar. Jangan karena saudara, lalu diterima, atau memperjualbelikan gelar akademik," ujar Prabowo saat kuliah umum di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB), pada Minggu siang (3/7/2022).

 BACA JUGA:Dihadapan Dekan dan Akademisi, Menhan Prabowo Tekankan Pentingnya Ketahanan Nasional

Dalam membangun SDM berkualitas dan unggul, perguruan tinggi disebut Prabowo juga mempunyai peran penting dalam membentuk karakternya. Maka ketika dirinya dilantik menjadi menteri, lembaga pertama yang dikunjungi adalah Universitas Pertahanan.

Di sana, Prabowo meminta peningkatan kualitas manajemen pendidikan. Hal ini juga seiring komitmen Prabowo yang dikenal sebagai tokoh yang selalu memperjuangkan Indonesia adil dan makmur.

"Saya minta tidak hanya S2 dan S3, tapi Unhan juga buka program studi S1 untuk membangun aparatur yang unggul untuk bangsa," tuturnya.

 BACA JUGA:Prabowo Tekankan 5 Syarat Ketahanan Negara, Apa Saja?

Menurut Menhan, pertahanan nasional sangat penting. Tidak ada negara di dunia yang aman dari ancaman, termasuk Indonesia.

"Baru-baru ini ancaman kita adalah corona, membuat dunia terhenti. Maka kita harus selalu siaga," ungkap dia.

Sementara itu, Rektor Prof Widodo mengatakan, dengan inovasi-inovasi yang dimiliki saat ini diharapkan UB bisa berperan dalam pembangunan bangsa.

"Di FILKOM kita mengembangkan sistem pertahanan negara melalui sistem drone. Sementara di FMIPA sedang bersingergi dengan PT Pindad untuk menghasilkan material amunisi mandiri buatan dalam negeri," katanya.

Prof. Widodo menambahkan, UB tidak bisa berjalan sendiri sehingga perlu kerjasama, sinergi, dan arahan dari semua pihak termasuk Kementerian Pertahanan.

Kuliah umum "Urgensi Ketahanan Nasional dalam Kepemimpinan Nasional" ini digelar dalam rangkaian Temu dan Rapat Kerja Nasional Forum Dekan Ilmu-ilmu Sosial PTN se-Indonesia (FORDEKIIS). Acara diikuti oleh 37 dekan dari seluruh Indonesia. Agenda tersebut diselenggarakan mulai Jumat-Senin, 1-4 Juli 2022 dan berpusat di FIA UB.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini