Share

Terpapar Radikalisme, Emak-Emak di Garut Bayar Rp25 Ribu Dijamin Masuk Surga

Tim Okezone, Okezone · Selasa 05 Juli 2022 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 05 525 2623827 terpapar-radikalisme-emak-emak-di-garut-bayar-rp25-ribu-dijamin-masuk-surga-wsvO23HaGw.jpg Terpapar radikalisme, emak-emak di Garut diminta bayar infaq Rp25 ribu dan dijanjikan masuk surga. (Ilustrasi)

JAKARTA - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut bersama pemerintahan setempat terus berupaya merangkul kembali warga yang terpapar paham radikal. Banyak di antara mereka yang tidak mengakui sebagai WNI karena ikut-ikutan dan diberi iming-iming masuk surga tanpa harus melaksanakan kewajiban syariat.

Menurut Kepala Kantor Kemenag Garut, Cece Hidayat, sebanyak 41 dari 42 kecamatan di kabupaten tersebut terpapar paham radikal. Menurutnya, situasi di Garut juga sangat dinamis.

"Fenomena yang terjadi Garut memang dinamis dan luar biasa. Saya telah menjabat sebagai kepala Kantor Kemenag di 8 daerah di Jabar. Di Garut inilah saya merasakan sungguh luar biasa dinamikanya," ujar Cece saat Dialog Kebangsaan bertema "Membangun Moderasi Beragama, Mengelola Keberagaman, Meneguhkan KeIndonesiaan", melansir jabar.go.kemenag.go.id, Selasa (5/7/2022).

Berbagai elemen di Garut bekerja sama untuk mengatasi persoalan radikalisme tersebut. Pemkab Garut, Kemenag, para ulama, serta pihak keamanan terus berupaya menyadarkan warga yang menyatakan diri bukan WNI, agar kembali ke pangkuan NKRI.

Beberapa hari lalu, Kemenag Garut, bersama pemerintah daerah, MUI, Densus 88, dan para penyuluh agama, melaksanakan deklarasi kembalinya warga yang terpapar paham radikal itu ke NKRI. Ini sebuah langkah yang penting, hasil dari kerja sama berbagai pihak.

Ia mengatakan dirinya pernah berdiskusi dengan ibu-ibu yang tidak mengakui WNI. Ibu tersebut tidak menjalankan sholat sebagaimana ajaran gurunya. Ibu itu diminta membayar Rp25 ribu sebagai gantinya bahkan bisa masuk surga.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Saat deklarasi 200 warga di Selatan itu, saya berbincang dengan seorang ibu, yang tidak mengakui sebagai WNI. Dia diajari gurunya tidak shalat. Sebagai gantinya, cukup membayar infak Rp 25.000. Dijamin akan selamat dan masuk surga. Ini merupakan pembodohan kepada umat," tutur Cece.

Mereka berada di pelosok Garut selatan, yang hanya bisa dijangkau dengan naik ojek beberapa kali dan berjalan kaki. Ini menjadi tugas berbagai pihak terkait untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat yang mudah dibodohi itu. Harus terus menerus tanpa batas waktu.

Pada kesempatan itu, Cece memberikan penghargaan kepada 10 tokoh agama dan tokoh masyarakat yang berperan aktif, mengajak dan merangkul kembali warga terpapar radikalisme ke pangkuan NKRI.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini