Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Penangkapan Ahmad Subardjo, Diciduk saat Berkunjung ke Perpustakaan

Zahra Larasati , Jurnalis-Rabu, 06 Juli 2022 |16:49 WIB
Kisah Penangkapan Ahmad Subardjo, Diciduk saat Berkunjung ke Perpustakaan
Ahmad Subardjo/Foto: Wikipedia
A
A
A

KISAH Penangkapan Ahmad Subardjo akan diulas dalam artikel. Saat itu, Ibu Kota Republik Indonesia berpindah dari Jakarta ke Yogyakarta. Pemerintahan Indonesia pun dijalankan di kediaman Sri Sultan Hamengkubuwono.

Ahmad Subardjo datang terpisah dari rombongan yang terlebih dahulu sampai. Dia tinggal bersama istri dan keempat anaknya di dalam benteng keraton, di tempat kerabatnya. Subardjo ketika itu menjabat penasihat Sutan Sjahrir di departemen luar negeri. Namanya pun ada dalam daftar hitam pemerintah Belanda.

 (Baca juga: Peran Golongan Tua dan Golongan Muda dalam Proses Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia)

Dilansir dari beragam sumber, Rabu (6/7/2022) putra Ahmad Subardjo, Rohman menderita sakit pencernaan. Putranya itu harus segera menjalankan operasi pengangkatan usus buntu. Subardjo segera membawanya ke dokter Sim Ki Ay, kawannya ketika menjadi mahasiswa di Belanda. Oleh sang dokter Subardjo disarankan merujuk putranya ke rumah sakit untuk operasi pengangkatan usus buntu.

Ia segera membawa putranya kesana, namun karena jarak yang jauh dan namanya ada di daftar hitam Belanda, ia memutuskan untuk membawa seluruh keluarganya ke rumah sakit.

Saat sedang menunggu putranya, Subardjo izin mencari udara segar kepada istrinya. Dia pun memilih pergi ke perpustakaan dekat rumah sakit. Belum sempat menyelesaikan satu judul buku di tangannya, seorang polisi Belanda berpakaian sipil masuk ke ruangan tempat Subardjo duduk. Dia pun dengan sopan mendekat.

 (Baca juga: Viral! Rumah Menlu Pertama Achmad Soebardjo Akan Dijual, Netizen Ngadu ke Jokowi)

Informasi keberadaan Subardjo di perpustakaan itu diketahui badan intelijen Belanda. Polisi segera bergerak untuk menangkapnya. Subardjo kemudian dipersilahkan naik mobil. Dia dibawa ke kantor polisi militer Belanda. Si polisi juga mengatakan kalau Subardjo akan ditahan sampai waktu yang tidak ditentukan. Tetapi, Subarjo meminta untuk melihat keluarganya terlebih dahulu.

Permintaan itu dikabulkan. Subardjo dibawa ke rumah sakit, tempat keluarganya berada. Ia lalu menceritakan tentang penangkapan itu kepada istrinya. Istrinya berusaha tegar dan membantu mempersiapkan segala kebutuhan suaminya. Sambil menenangkan semua anaknya yang menangis melihat ayahnya dibawa pihak Belanda, Subardjo meminta keluarganya tetap berada di tempat aman dan tenang dalam menunggu kepulangannya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement