Salah pernah mengatakan bagaimana perempuan "pantas mendapatkan lebih dari apa yang diberi [masyarakat] saat ini".
Sejak itu dia muncul dalam video promosi Hari Perempuan bersama putri sulungnya, Makka. Dia juga pernah meminta istrinya, Magi, untuk menerima penghargaan sepatu mas atas nama dirinya pada tahun lalu.
"Lihat lah pesannya. Ini bukan sekadar retorika dan tindakan, tapi ada kekuatan di situ. Dan itu terasa lembut dan nyata," kata Dr. Ibrahim.
Dalam salah satu dari sekian banyak banyak studi akademik mengenai "efek Salah", sejumlah orang Inggris memamparkan bagaimana Salah "mengubah persepsi orang-orang tentang Islam".
Salah satu peneliti dari Universitas Edinburgh, Grant Javie mengatakan, "Kami terkejut, bukan dengan dampak Mohamed Salah, tetapi biasanya dalam studi semacam ini kami mendapat campuran antara kritik dan komentar baik. Tapi secara umum, orang-orang merespons Salah secara positif baik di dalam maupun di luar lapangan."
Dia menilai Salah memiliki "potensi soft power", seraya menambahkan bahwa "olahraga bisa menjadi pemantik yang baik dalam hubungan antar-budaya".
Pengaruh Salah dalam mengurangi Islamofobia, khususnya di kota yang memiliki masjid tertua di Inggris itu, dinilai "fenomenal" oleh Wali Kota Liverpool, Steve Rotheram.
Sedangkan majalah Time menobatkan Salah sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia pada 2019.
(Widi Agustian)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.