Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Curangi Pangeran Diponegoro, Jenderal De Kock Tersandera Rasa Bersalah!

Solichan Arif , Jurnalis-Kamis, 07 Juli 2022 |11:30 WIB
Curangi Pangeran Diponegoro, Jenderal De Kock Tersandera Rasa Bersalah!
Lukisan Pangeran Diponegoro. (Foto: Solichan A/MPI)
A
A
A

Tidak hanya itu. Upaya menangkis tudingan tidak satria dalam penangkapan Diponegoro juga dilakukan De Kock dengan memerintahkan Letnan Satu Francois De Stuers, ajudan pribadi yang kemudian menjadi menantunya.

Pada tahun 1833 atau tiga tahun setelah penangkapan Diponegoro, De Stuers menerbitkan buku berjudul Memoirs sur la guerre d’ile. Buku itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda dengan judul Gedenkschrift van den oorlog op Java van 1825 tot 1830 (Buku peringatan Perang Jawa dari tahun 1825 sampai 1830).

Inti dari buku itu adalah membela sekaligus membenarkan tindakan yang sudah dilakukan Jenderal De Kock terhadap Diponegoro. “Perbuatan-perbuatan yang terhormat, yang semakin cemerlang mengingat terjadi di tempat yang jauhnya lebih dari empat ribu jam dari tanah air”.

Kendati demikian, semua pembelaan bersih diri itu tidak mampu melunturkan tudingan rakyat Jawa, khususnya pengikut Diponegoro kepada Jenderal De Kock dan Belanda: bahwa Pangeran Jawa yang sangat dihormati itu hanya bisa ditaklukkan dengan cara curang dan tidak satria.

(Widi Agustian)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement