Share

Bawa 2 Ribu Liter BBM Ilegal, Sopir Ini Ditangkap Polisi

Azhari Sultan, Okezone · Jum'at 08 Juli 2022 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 08 340 2625857 bawa-2-ribu-liter-bbm-ilegal-sopir-ini-ditangkap-polisi-PpeKVWIE5m.jpg Seorang oria ditangkap karena membawa BBM ilegal. (MNC Portal)

MUAROJAMBI - Seorang sopir yang diduga membawa bahan bakar minyak (BBM) mentah ilegal di kawasan jalan poros Unit III, Kecamatan Sungaibahar, Kabupaten Muarojambi, Jambi, ditangkap Unit Tipidter Satreskrim Polres Muarojambi.

Bersama tersangka, petugas mengamankan barang bukti sebanyak 2.000 liter minyak mentah ilegal tanpa dilengkapi dokumen sah.

Kasi Humas Polres Muarojambi, AKP Amradi mengatakan, minyak mentah ilegal tersebut diangkut menggunakan Daihatsu Grand Max.

Saat itu, ia menyebutkan, unit Opsnal dan unit Tipidter Satreskrim Polres Muarojambi sedang melaksanakan patroli di seputaran Desa Panca Mulya, Kecamatan Sungaibahar.

Memasuki TKP, petugas melihat satu mobil Daihatsu Grand Max Pick Up warna hitam dengan nomor polisi BH 8566 MQ yang mencurigakan.

Benar saja, saat diadang dan diperiksa isi bawaan mobil, petugas menemukan dua tedmond yang diduga berisikan minyak mentah hasil bumi.

"Sopir yang mengendarai berinisial E (35) warga Palembang yang bertempat tinggal di Musi Banyuasin," ujarnya, Jumat (8/7/2022).

Ia menjelaskan, sopir mengaku mengangkut minyak mentah kurang lebih 2.000 liter. "Pelaku juga tidak dapat memperlihatkan surat ijin pengangkutan minyak mentah," ucap Amradi.

Dari pemeriksaan, E membeli minyak mentah dari daerah Desa Bukit Subur, Kecamatan Bahar Selatan, Muarojambi.

"Pelaku membeli dengan harga Rp7 juta untuk dua tedmon yang masing-masing berukuran 1.000 liter," katanya.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Tersangka rencananya membawa minyak mentah ilegal itu ke tempat olahan atau masakan tradisional di daerah Patin, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin.

"Di sana tersangka akan menjual dengan harga Rp8.760.000 untuk dua tedmon. Tersangka juga mengaku telah mengangkut minyak mentah sebanyak dua kali," tuturnya.

Guna penyelidikan lebih lanjut, tersangka dan barang bukti tersebut kini diamankan di Mapolres Muarojambi.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini