Share

Anak SMP di Cireunghas Sukabumi Jadi Korban Perdagangan Orang, Data Disulap agar Lolos ke Arab Saudi

Dharmawan Hadi, iNews · Selasa 12 Juli 2022 05:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 12 525 2627826 anak-smp-di-cireunghas-sukabumi-jadi-korban-perdagangan-orang-data-disulap-agar-lolos-ke-arab-saudi-ziUVQuv14t.jpeg Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)

SUKABUMI - Seorang pelajar di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, menjadi korban kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan dijanjikan bekerja di Timur Tengah. 

Kepala Seksi Pemerintahan (Kasi Pem) Kecamatan Cireunghas, Reni Agustini mengatakan, korban yang diketahui berinisial SR (15) telah menjadi korban human trafficking ke Arab Saudi. Karena dia telah terbujuk rayu oleh iming-iming salah satu sponsor.

"Menurut informasi yang kami terima, memang SR yang merupakan anak di bawah umur itu menjadi korban human trafficking ke Arab Saudi dan kasusnya sekarang sedang ditangani oleh Unit PPA Polres Sukabumi Kota," kata Reni kepada MNC Portal Indonesia, Senin (11/7/2022).

Korban telah dijual ke Arab Saudi oleh penyalur tenaga kerja menggunakan jalur ilegal. Terlebih lagi, dalam pemberangkatanya, data kependudukan korban telah dimanipulasi oleh sponsor tersebut. Sehingga, korban berhasil lolos dari pemeriksaan petugas hingga akhirnya SR bekerja di Arab Saudi. 

Baca juga: Dijemput Polisi, Wanita yang Dipaksa Open BO Akan Dipulangkan ke Sukabumi

"Untuk modusnya itu, hasil pengakuan anak kepada saya, bahwa SR ini kenal seseorang, lalu diajak dan korban pun mau. Padahal itu, bukan pacarnya. Karena ia masih di bawah umur akhirnya pelaku itu memiliki niat untuk memberangkatkan kerja SR ke Arab Saudi," imbuhnya.

Saat di Sukabumi, SR telah dijanjikan oleh pelaku untuk bekerja di Arab Saudi sebagai cleaning service. Namun, faktanya ia hanya dikerjakan sebagai pembantu atau asisten rumah tangga.

"Korban kerja di Arab Saudi hanya selama 1 bulan. Karena ia menggunakan visa kunjungan. Jadi korban itu berangkat ke Arab Saudi pada Maret 2022. Setelah itu, pada April atau Mei 2022 ia sudah ada rumahnya lagi," bebernya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Saat ini, pemerintah Kecamatan Cireunghas tengah melakukan pendampingan kepada pihak keluarga korban. Karena keluarga tidak terima anaknya dijadikan sebagai korban human trafficking. Keluarga meminta agar terduga pelaku diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. 

"Pertama awalnya, kita mau melaksanakan perundingan secara kekeluargaan dengan semua pihak, khususnya lembaga terkait yang berkompeten dalam menangani kasus tersebut. Namun, tidak ada respons, akhirnya keluarga korban terus melanjut membuat laporan ke polisi," tandasnya.

Bukan hanya korban, ujar Reni, kepala desa, Ketua RT dan Ketua RW pun sudah dilakukan pemeriksaan oleh Unit PPA Polres Sukabumi Kota. "Namun, untuk pelaku sendiri belum bisa dimintai keterangan. Tapi, katanya pelakunya itu orang Gegerbitung," pungkasnya. 

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini